Ketua Panitia Tarik Tambang IKA Unhas Sulsel: Tragedi Tarik Tambang Jangan Dipolitisir

Ketua Panitia Tarik Tambang IKA Unhas rekor MURI. Rahmasyah. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSARK – Terkait insiden meninggalnya peserta acara tarik tambang dalam kegiatan IKA Unhas Sulawesi Selatan (Sulsel), Masyita (43), Ketua Panitia Lomba Tarik Tambang IKA Unhas Sulsel, Dr H. Rahmansyah, SS, MSi, melalui surat terbuka menyampaikan permohonan maaf pada keluarga korban.
Rahmansyah juga meminta pihak-pihak lain untuk ikut berempati pada keluarga korban dengan tidak melakukan upaya politisasi dan penggiringan opini dengan tujuan tertentu.
“Bahwa segala yang terjadi adalah skenario Allah Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya tidak punya kekuatan melawan kuasa-NYA, saya butuh doa dan support dari kita semua. Atas nama pribadi dan keluarga, sebagai pengurus IKA Unhas Sulsel dan lebih khusus selaku koordinator tarik tambang, saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus tulusnya kepada keluarga korban, pihak unhas, Pengurus IKA dan semua pihak yg dirugikan karena kejadian ini. Tabe’ ini musibah dan bukan panggung politik sehingga tidak elok kalau diseret dan dimanfaatkan secara politik,” tulis Rahmansyah dalam surat terbukanya, Rabu (21/12/2022).
Selain itu, alumni Fakultas Sastra (FIB) Unhas tahun 1987 ini, juga menyampaikan
pencapaian rekor Muri tali terpanjang dan peserta terbanyak sdh tercatatkan.
“Fakta lain ada korban meninggal dunia dan luka-luka sebagai bagian yg terjadi masih dalam suasana tarik tambang, terjadi sesaat setelah acara dinyatakan selesai,” ujarnya
Menurut Rahmansyah, segala yang terjadi adalah skenario Allah. Sehingga tak ada kuasa yang bisa menghalanginya.
“Tabe’ ini musibah dan bukan panggung politik, sehingga tidak elok kalau diseret dan dimanfaatkan secara politik,” ucapnya.

Rahmansyah mengungkapkan, selama empat hari ini, ia bersama teman-teman panitia, menjalani pemeriksaan terkait tragedi tarik tambang itu.

Selama empat hari termasuk hari ini, saya dan teman teman yg terkait dengan tarik tambang menjalani pemeriksaan di kepolisian.
“Kalau dalam prosesnya secara hukum diputuskan bahwa sy yg paling bertanggung jawab, maka dengan segala keterbatasan saya nyatakan siap untuk bertanggung jawab,” ujar Rahmansyah. (*)