Wali Kota Bandung Ditangkap KPK Saat Terima Suap Proyek Jaringan Internet dan Pengadaan CCTV

Wali Kota Bandung, Yana Mulyana terjaring OTT setelah terima suap proyek jaringan internet dan CCTV. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Wali Kota Bandung Yana Mulyana setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) menerima suap milyaran rupiah.
Yana Mulyana tertangkap tangan diduga menerima suap terkait program proyek Bandung Smart City. Yana Mulyana langsung digelandang ke Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Jakarta Selatan.

BACA JUGA:
KPK OTT Pejabat Kereta Api, LSM-PILHI Cium Bau Korupsi Pembebasan Lahan di BPKA Sulsel

BACA JUGA:
Soroti Demo Abraham Samad Cs di KPK, Aktivis 98 Syamsir Anchi Sarankan Ngabalin Jadi Caleg

“Setelah ditangkap, para pihak dibawa ke Gedung Merah Putih KPK,” ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Sabtu (15/4/2023).
Ali mengatakan Yana dan beberapa orang lainnya yang tertangkap, saat ini menjalani pemeriksaan. Mengenai status mereka, kata Ali, masih terperiksa dan dalam waktu 24 jam akan ditentukan tersangkanya.
“Yang bersangkutan masih diperiksa, segera menentukan sikap 1x 24 jam setelah penangkapan tersebut. Perkembangan segera kami informasikan,” ujarnya.
Diketahui, Yana Mulyana diduga menerima suap terkait program Bandung Smart City. Dalam program ini Yana diduga menerima suap atas pengadaan CCTV dan jasa penyedia jaringan internet.
“Penangkapan diduga terkait suap pengadaan CCTV dan jasa penyedia jaringan internet,” tuturnya.
Yana Mulyana diduga menerima suap dengan jumlah miliaran rupiah. Namun disebutkan bukti awal ditemukan ratusan juta saat OTT.
“Uang yang diterima diduga miliaran, namun dari bukti awal saat OTT ratusan juta. Sangat mungkin terus bertambah,” ujar sumber di KPK.
Ali Fikri membenarkan, KPK telah mengamankan barang bukti sejumlah uang saat OTT. Uang yang diamankan dalam pecahan rupiah. (andi endeng)