Demokrat Bersaing Ketat PKS dan PPP Rebut Kursi ke 8 dan 9 Dapil Sulsel 3 Provinsi, Peneliti LKP: Bawaslu Harus Pantau

Grafik Perolehan Suara partai Sulsel 3 Provinsi.
menitindonesia, MAKASSAR – Perebutan kursi di Dapil Sulawesi Selatan 3 Provinsi semakin ketat. Partai Demokrat, PKS dan PPP (raihan kursi kedua) semakin sengit pada posisi kursi ke 8 dan ke 9.
Berdasarkan pantauan dari sistim rekap (Sirekap) KPU yang ditayangkan melalui website info publik Pemilu 2024, hasil hitung suara Dapil Sulsel 3 Provinsi, progres 1938 dari 2997 TPS (64,66%), Partai Demokrat berada posisi kursi ke-9 (18.076), suara caleg tertinggi sementara diraih Hj Rismawati Kadir Nyampa (13.468).
BACA JUGA:
Pj Gubernur Sulsel Dampingi Presiden Jokowi Resmikan IPAL Senilai Rp1,2 Triliun di Makassar
Peneliti pada Yayasan Lembaga Kajian Pembangunan (LKP) Muhammad Asrul Nurdin, S.Pd, melalui media ini mengaku pihaknya sedang memantau persaingan perebutan kursi antara Demokrat, PPP dan PKS pada kursi ke-8 dan ke-9 di Sulsel 3 Provinsi yang masih rawan.
Muhammad Asrul Nurdin mengatakan, kursi pertama diraih partai berlambang Kak’bah itu. Berdasarkan pantauannya melalui Sirekap KPU, PPP telah mencapai perolehan suara 55.878 atau 17,52 persen.
BACA JUGA:
Pj Gubernur Bahtiar Baharuddin Sambut Kedatangan Presiden Jokowi dan Dampingi Selama Kunker di Sulsel
Ia juga mengungkapkan, dari grafik yang diamatinya, trend suara PPP akan terus meningkat dan mentok pada angka 70 ribu hingga 80 ribuan.
“Kalau dilihat dari trend grafik Sirekap KPU, pencapaian PPP mulus di kursi pertama dan suaranya masih akan terus bertambah, bisa mencapai angka 70 ribuan, tertingginya bisa di angka 80 ribuan. Strong suaranya ada di Gowa, sekarang masih proses penghitungan di PPK,” kata Muhammad Asrul Nurdin kepada jurnalis media ini di Makassar, Kamis (22/2/2024).
Alumni Universitas Islam Negeri Makassar ini mengatakan, meskipun suara PPP mencapai 80 ribuan nanti, jika dihitung pada tahap kedua dengan membagi tiga total perolehan suara partai, maka PPP dipastikan berada pada posisi ke-10 di bawah posisi suara Partai Demokrat.
“Dari data yang terpantau melalui Sirekap dan trend grafik perolehan suara partai, PKS dan Demokrat bersaing di kursi 8 dan mengunci kursi 9. Sedangkan PPP pada rangking ke 10, sehingga hanya bisa meraih satu kursi gemuk, meskipun capaian suaranya tertinggi,” ungkap Asrul.
Selain itu, Asrul juga mengungkapkan, bahwa trend suara Demokrat di Dapil Sulsel 3 Provinsi, berdasarkan bacaannya yang berbasis Sirekap KPU, diperkirakan mentok pada angka 33 ribu hingga 35 ribuan. “Capaian suara Demokrat bisa menjadi modal untuk berebut dengan PKS di kursi ke 8 atau mengunci kursi ke 9,” ujar dia.
Mengenai ketatnya perebutan kursi terakhir di Dapil Sulsel 3 Provinsi, Muhammad Asrul mewanti-wanti Bawaslu Sulsel agar benar-benar memastikan proses perhitungan suara di tingkap PPK.
“Jangan sampai ada permainan. Kami sarankan Bawaslu juga harus turun memantau, harus punya backup data perolehan suara dari bawah, sebab ini rawan menjadi sengketa partai. Apalagi kalau ada yang memainkan suara partai di Kecamatan, itu bisa masuk ranah Bawaslu,” ujarnya. (AE)