Gandeng Pelindo, Komunitas Anak Sungai Rammang-Rammang Gelar Pelatihan Pemandu Wisata

Komunitas Anak Sungai Rammang-Rammang menggelar pelatihan Local Guide bekerja sama dengan PT Pelindo. (IST)
menitindonesia, MAROS – Komunitas anak sungai Rammang-rammang menggelar pelatihan pemandu wisata lokal atau workshop peningkatan kapasitas local guide bekerja sama dengan PT Pelindo Jasa Maritim sebagai mitra program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2025.
Pelatihan ini dihelat selama tiga hari berturut-turut dan diikuti 20an orang pelaku wisata yang ada di kawasan Rammang-rammang, termasuk pemandu wisata. Dua hari pertama diisi dengan materi kelas, lalu dilanjutkan dengan materi interaksi di lapangan.
Menariknya, pemateri pelatihan ini diisi oleh sejumlah tokoh yang berkompeten, mulai dari Guru Besar Fisika Karst Universitas Negeri Makassar, Prof Muhammad Arsyad hingga Peneliti Arkeologi Unhas, Iwan Sumantri.
Selain itu, juga ada General Manager Geopark Maros Pangkep, Dedy Irfan Bachri dan Anggota DPRD Sulsel, Muh Irfan AB selaku penggagas Perda Perlindungan kawasan esensial Karst.

BACA JUGA:
Apresiasi Upaya Pj Gubernur Sulsel Lestarikan Lingkungan di Rammang-rammang, Penerima Kalpataru : Bahtiar Mengerti Persoalan dan Solusi Terkait Lingkungan Hidup

Ketua Komunitas Anak Sungai, Iwan Dento mengatakan, pelatihan ini sengaja dilakukan untuk menambah kemampuan dan pengetahuan para pelaku wisatawan di Rammang-rammang.
“Selama ini kita memang masih kekurangan pemandu lokal. Yang banyak itu penunjuk jalan. Nah dengan pelatihan ini kita ingin makin banyak warga lokal yang menjadi pemandu wisata profesional,” katanya, Rabu (26/2/2025).

pelatihan

Suasana pembukaan pelatihan Local Guide yang dilaksanakan oleh Komunitas Anak Sungai Rammang-rammang bekerja sama dengan PT Pelindo. (IST)

Menurut Iwan, makin banyaknya warga lokal yang bisa menjadi pemandu wisata profesional, bisa meningkatkan jumlah pengunjung, khususnya manca negara. Termasuk menambah penghasilan warga.
“Bayangkan seorang pemandu itu bisa disewa Rp500 sampai Rp700 ribu perhari. Sementara kalau teman-teman hanya jadi penunjuk jalan itu hanya Rp 200 ribu saja,” ungkapnya.
Lebih lanjut Iwan menyebut, sengaja menghadirkan pemateri yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Diharapkan, peserta yang ikut bisa menyerap seluruh informasi penting yang akan digunakan dalam kegiatan memandu wisata.
“Jadi semua materi yang kita sajikan memang memiliki latar berbeda-beda. Nah ini tujuannya agar peserta bisa menjelaskan secara utuh terkait apapun yang ada di dalam kawasan ini,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang peserta, Nahar mengaku sangat antusias menerima materi yang memang sangat penting untuk dijadikan sebagai bahan informasi dalam memandu wisatawan.
“Jadi kita tidak hanya diajarkan soal etika memandu, tapi lebih kepada informasi detail terkait kawasan dan itu dijelaskan oleh para ahlinya,” ungkapnya.
Sebagai pelaku wisata, Nahar berharap agar pelatihan seperti ini bisa terus digelar secara berkala untuk menunjang peningkatan kualitas wisata yang ada di Rammang-rammang dan sekitarnya.
“Kami rasa ini sebuah kebutuhan yang semestinya dilakukan secara berkala. Selain bisa meningkatkan jumlah pengunjung, informasi yang kita sajikan ini akan membuat kualitas berwisata kita semakin lebih baik,” pungkasnya.