Pemkab Maros Hadirkan Pasar Murah di 13 Kecamatan Selama Ramadan

Pemkab Maros melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar Tramo menjelang ramadan. (ist)
menitindonesia, MAROS – Mengantisipasi lonjakan harga selama bulan suci ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros akan menggelar pasar murah di 13 kecamatan. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Maros, Muhlisa Fachruddin. Ia mengatakan, pasar murah ini akan berlangsung hampir setiap hari selama Ramadan.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga yang lebih murah. Karena itu, pasar murah akan digelar hampir setiap hari di berbagai kecamatan,” ujarnya, Jumat (28/02/2025).

BACA JUGA:
Harga Sembako Mulai Naik Jelang Ramadan, DPRD Maros Minta Pemkab Operasi Pasar

Muhlisa menyebutkan, hanya Kecamatan Mallawa yang tidak termasuk dalam program pasar murah itu, karena keterbatasan armada pengangkutan.
“Kami mohon maaf, khusus untuk Kecamatan Mallawa, kami belum bisa menjangkau karena lokasinya cukup jauh dan armada kami terbatas,” jelasnya.
Pasar murah ini akan menyediakan berbagai komoditas penting seperti minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, dan beras. Harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga pasar.

BACA JUGA:
Danantara dan Risiko Korupsi: Bagaimana Mencegahnya agar Tidak Jadi Skandal Baru?

“Kami pastikan harga yang kami tawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar. Misalnya, minyak goreng dijual seharga Rp15.000 per liter, gula pasir Rp17.500 per kilogram, dan beras Rp11.500 per kilogram,” kata Muhlisa.
Untuk menghindari aksi borong, pemerintah menerapkan pembatasan jumlah pembelian.
“Kami membatasi pembelian agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat pasar murah ini. Setiap pembeli hanya diperbolehkan membeli dua liter minyak goreng, dua kilogram gula pasir, dua kilogram tepung terigu, dan dua karung beras dengan total berat 10 kilogram,” paparnya.
Sejumlah kecamatan bahkan mengusulkan agar pasar murah digelar di kantor kecamatan masing-masing guna memudahkan akses masyarakat.
Dengan adanya pasar murah ini, pemerintah berharap masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama Ramadan.