Taruna Ikrar Sidak Puskesmas Cakung: Pastikan Obat Aman, Layanan Farmasi Sesuai Standar

Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar saat melakukan sidak layanan farmasi di Puskesmas Cakung, memastikan obat aman dan pelayanan sesuai standar kesehatan.
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar lakukan sidak ke Puskesmas Cakung. Tindakan ini untuk memastikan keamanan obat dan layanan farmasi berjalan sesuai standar nasional. Upaya pengawasan serentak digelar di seluruh Indonesia.
menitindonesia, JAKARTA – Langkah cepat dan tegas kembali ditunjukkan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Prof. Dr. Taruna Ikrar. Ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke instalasi farmasi dan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Cakung, Jakarta Timur, Jumat (2/5/2025).
BACA JUGA:
Aguan: PIK2 Akan Jadi Kota Baru yang Menjadi Simbol Masa Depan
Inspeksi ini bukan sekadar formalitas. Sebagai salah satu ilmuwan dunia yang kini memimpin lembaga pengawasan obat dan makanan tertinggi di Indonesia, Taruna membawa misi besar: memastikan setiap warga negara mendapatkan pelayanan kefarmasian yang aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan terapi.
Sidak di Puskesmas Cakung menjadi bagian dari rangkaian kunjungan Taruna ke berbagai fasilitas kesehatan. Sebelumnya, ia juga menginspeksi RS Santoso dan RS Hasan Sadikin di Bandung. Semua ini merupakan bagian dari program nasional pengawasan instalasi farmasi yang dilakukan serentak di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami ingin memastikan bahwa sistem distribusi dan pelayanan obat di setiap fasilitas kesehatan berjalan sesuai dengan standar. Masyarakat berhak atas jaminan keamanan dan mutu,” kata Taruna.
IMG 20250502 WA0004 11zon
Infografis

Cegah Penyalahgunaan Obat, Jaga Integritas Layanan Kesehatan

Taruna juga menyoroti ancaman penyalahgunaan obat di fasilitas kesehatan. Ia mencontohkan kasus dokter residen anestesi Universitas Diponegoro (Undip) yang diduga menyalahgunakan akses ke instalasi farmasi. Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan urgensi pengawasan ketat.
BACA JUGA:
TNI Bangun Pabrik Obat Nasional, Suplai Desa Lewat Kopdes Merah Putih
“Ini soal kepercayaan publik. Jangan sampai kelalaian sistem justru mencoreng dunia kedokteran,” ujarnya.
Pengawasan ini menjadi bagian dari upaya kolektif untuk membangun integritas tenaga medis dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Hasil dari sidak ini akan dirumuskan menjadi langkah pembinaan dan peningkatan kualitas layanan farmasi di tingkat nasional. BPOM berkomitmen memperkuat sistem pengawasan dan edukasi bagi fasilitas layanan kesehatan, demi mencegah terjadinya pelanggaran dan meningkatkan keselamatan pasien.
(akbar endra)