Pemkot Makassar Akan Miliki Dua BUMD Baru, Fokus Pangan dan Infrastruktur

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin bersama piagam dari WHO sebagai kota Sehat. (Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar tengah mengkaji pembentukan dua Perusahaan Perseroan Daerah (Perseroda) yang akan bergerak di sektor pangan dan infrastruktur.
Langkah ini merupakan inisiatif Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pengelolaan aset strategis daerah.
Dua entitas yang dirancang, yakni Perseroda Pangan dan Perseroda Infrastruktur, akan memiliki fleksibilitas untuk menjalin kerja sama dengan pihak ketiga, baik dalam hal distribusi maupun produksi.
“Kita ingin ada Perseroda Pangan dan Infrastruktur yang bisa menjalin kerja sama dengan pihak swasta. Saat ini masih dalam proses kajian mendetail,” kata Munafri, Senin (12/5/2025).

BACA JUGA:
Rayakan Dies Natalis FH Unhas ke-73, Munafri Arifuddin Janji Perkuat Jaringan Alumni ke Seluruh Wilayah

Perseroda Pangan dirancang untuk memperkuat suplai kebutuhan pangan masyarakat Makassar serta membina petani lokal agar dapat mendukung pasokan yang stabil dan berkelanjutan.
Perseroda ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai distributor, namun juga berpotensi menjalankan produksi sendiri.
“Bahkan bisa memproduksi langsung, lalu menyuplai kebutuhan pangan di Makassar,” tambah Munafri yang akrab disapa Appi.
Rencananya, Perseroda Pangan akan berada di bawah koordinasi Dinas Ketahanan Pangan Kota Makassar untuk memastikan keselarasan dengan program ketahanan pangan daerah.
Sementara itu, Perseroda Infrastruktur akan difokuskan untuk mengelola aset-aset komersial milik Pemkot, termasuk stadion dan gedung-gedung pemerintah bernilai ekonomis.
“Jika stadion selesai dibangun, pengelolaannya akan diambil alih Perseroda Infrastruktur. Begitu juga dengan aset lainnya agar bisa dikelola lebih optimal,” jelas Appi.
Pemkot berharap, dengan model bisnis yang dikelola profesional dan potensi kolaborasi dengan pihak swasta, dua perseroda ini akan menjadi mesin penggerak baru bagi ekonomi daerah, sekaligus mengurangi beban anggaran dari pengelolaan aset publik.
“Tujuan kita jelas, agar Perseroda ini mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan mendukung pembangunan kota secara berkelanjutan,” pungkasnya.