Oleh Akbar Endra
(Jurnalis)
Langkah Jokowi mendekat ke PSI memicu spekulasi politik baru. Apakah PSI akan naik kelas jadi partai menengah di Pemilu 2029? Inilah analisisnya.
menitindonesia – LANGKAH politik Presiden RI ke-7 Joko Widodo menuju Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mulai terlihat terang. Meskipun belum ada pernyataan resmi bahwa dirinya akan menjadi Ketua Umum, sinyal-sinyal kedekatan itu makin jelas, apalagi PSI membuka pendaftaran calon Ketum dan Jokowi serta Kaesang termasuk yang disebut-sebut.
BACA JUGA:
PM Australia Beri Kalung Syal untuk Bobby Kucing Prabowo, Tanda Cinta untuk Indonesia
Lalu muncul pertanyaan besar: Apakah PSI akan naik kelas menjadi partai menengah di Pemilu 2029?
Kecil Tapi Lincah
PSI sejauh ini dikenal sebagai partai kecil, namun dengan gaya komunikasi modern dan basis anak muda di media sosial. Pada dua pemilu terakhir, PSI gagal menembus ambang batas parlemen 4 persen. Namun, partai ini tak pernah benar-benar hilang dari panggung politik karena terus menggandeng figur-figur populer dan memainkan isu-isu kekinian.
Masuknya Kaesang sebagai Ketua Umum PSI membawa angin segar, meski belum mampu mendongkrak suara secara signifikan di 2024. Tapi kini, jika Jokowi benar-benar bergabung, PSI akan punya dua hal yang paling dibutuhkan: figur kuat dan daya tarik nasional.

Jokowi Butuh Kendaraan, PSI Butuh “Matahari”
Dalam analisis politik, “kendaraan politik” pasca-jabatan adalah sesuatu yang sangat strategis. Jokowi, yang telah dua periode memimpin negeri, tentu tak ingin pengaruhnya menghilang begitu saja setelah lengser. Ia butuh wadah untuk menjaga legacy dan membina kekuatan politik baru.
BACA JUGA:
Prabowo Ajak PM Australia Investasi di Sektor UMKM dan Pertanian di Indonesia














