Ketua Umum DPP GAPIMDO-MBG, H.M. Syamsul Tribuana, memberi keterangan pers soal kendala pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan desakan terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera berbenah.
Asosiasi GAPIMDO-MBG menyoroti lambannya Badan Gizi Nasional (BGN) menangani kendala di lapangan. Program unggulan Presiden Prabowo terancam gagal jika pemerintah tidak segera ambil tindakan.
menitindonesia, JAKARTA – Program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Makan Bergizi Gratis (MBG), kini mendapat sorotan tajam dari para pelaku lapangan sendiri. Dewan Pimpinan Pusat GAPIMDO-MBG (Gabungan Pengusaha Mitra Dapur Indonesia MBG) menyatakan bahwa pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah masih jauh dari harapan dan berpotensi gagal bila tidak segera ditangani dengan serius oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum GAPIMDO-MBG, Ir. H.M. Syamsul Tribuana, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta. Ia menyatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya telah menerima banyak keluhan dari para mitra dapur mandiri yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG.
“Kami hadir bukan untuk mengkritik tanpa dasar, tapi untuk mengawal dan menyukseskan program MBG yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo. Jika dibiarkan tanpa perbaikan, program ini bisa menjadi bumerang,” tegas Syamsul Tribuana, di Sarinah, Jakarta, Sabtu (5/7/2025).
Mitra Usaha Merasa Diabaikan, BGN Diminta Bertindak Nyata
Syamsul menilai, saat ini banyak mitra usaha penyedia jasa boga yang kesulitan menjalankan program karena lemahnya koordinasi, distribusi bahan pangan yang tersendat, serta kurangnya pendampingan teknis dari BGN.
“Kami sangat menghargai antusiasme masyarakat, tapi kenyataannya di lapangan justru banyak mitra dapur yang tidak mendapat kemudahan. Bahkan, terjadi sejumlah perselisihan karena distribusi yang tidak merata,” ujarnya.
Menurutnya, BGN harus lebih responsif dan membuka ruang komunikasi dengan para mitra usaha, termasuk memperhatikan kesenjangan logistik, pendanaan, dan kendala operasional lainnya yang dihadapi pelaku dapur di daerah.
Jangan Korbankan Semangat Presiden Karena Lemahnya Koordinasi
Program MBG semestinya menjadi simbol komitmen negara dalam memperbaiki kualitas gizi anak-anak Indonesia. GAPIMDO mengingatkan agar cita-cita besar Presiden Prabowo dan Wapres Gibran ini tidak dikorbankan oleh tumpang tindih kebijakan teknis di level pelaksana.
“Kami mendukung penuh program ini. Tapi pemerintah, khususnya BGN, harus segera benahi sistem distribusi, buka ruang dialog dengan mitra lokal, dan bentuk sistem monitoring yang cepat, transparan, dan berbasis data,” tegas Syamsul.
GAPIMDO Siap Kawal dan Bertindak Nyata
Dalam siaran persnya, GAPIMDO juga membeberkan langkah-langkah konkret yang akan diambil organisasi untuk mendukung keberhasilan program MBG, antara lain:
– Menjalin komunikasi langsung dengan mitra penyedia pangan lokal.
– Membuka pendampingan hukum gratis bagi mitra yang terdampak.
– Membangun jaringan pasokan bahan pangan dan gudang dapur mandiri.
– Mendorong pembinaan dan pelatihan peningkatan kualitas layanan anggota.
– Menyerukan evaluasi rutin berbasis kebutuhan riil, bukan asumsi pusat.
Tutup Celah, Sukseskan Gizi Gratis untuk Anak Bangsa
GAPIMDO berharap BGN tidak abai terhadap masukan dari pelaku lapangan, dan mulai membenahi sistem yang selama ini belum berpihak pada para pelaksana di daerah. Mereka menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya soal penganggaran atau kampanye politik, tapi soal keberpihakan nyata terhadap gizi anak bangsa.“Kami tidak akan diam jika program ini gagal bukan karena masyarakat, tapi karena kelemahan birokrasi. Saatnya bertindak, bukan hanya berbicara,” tutup Syamsul Tribuana.