GAN Sulsel Masuk Maros, Koperasi Merah Putih Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Bupati Maros Chaidir Syam, Kadis Perindag Maros Agustam, dan Ketua GAN Sulsel Sugianto Wahid bersama Srikandi GAN dalam peluncuran kelembagaan Koperasi Merah Putih se-Kabupaten Maros.
  • Pemkab Maros menggandeng GAN Sulsel dalam program pendampingan Koperasi Merah Putih. Program ini fokus pada penguatan kelembagaan, digitalisasi, dan produktivitas koperasi. Babak baru koperasi dimulai!
menitIndonesia, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekonomi kerakyatan. Kali ini, melalui gebrakan baru: menjalin kemitraan strategis dengan Garuda Astacita Nusantara (GAN) Sulawesi Selatan untuk mendampingi dan memperkuat kelembagaan Koperasi Merah Putih (KMP) se-Kabupaten Maros.
BACA JUGA:
Di Hari Libur, Mentan Dipanggil Mendadak oleh Prabowo: Isu Beras Oplosan Mendesak?
Kerja sama ini dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maros yang diwakili langsung oleh Kadis Agustam, dan Ketua GAN Sulsel, Sugianto Wahid. Momentum ini berlangsung bersamaan dengan Pelantikan Pengurus dan Pengawas KMP oleh Bupati Maros, AS Chaidir Syam.
Dalam sambutannya, Bupati Chaidir mengatakan, koperasi selain sebagai instrumen ekonomi, juga harus menjadi motor utama meningkatkan taraf hidup masyarakat Maros.
“Koperasi Merah Putih harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Dengan pendampingan profesional dari GAN Sulsel, kita ingin koperasi dikelola secara modern dan berorientasi hasil,” ujarnya.

Siapkan Pelatihan Pelatihan Manajemen Koperasi

Sementara itu, Ketua GAN Sulsel Sugianto Wahid yang turut didampingi dua Srikandi GAN Sulsel Dr. Sakka Pati, S.H., M.Hum dan Emma Husain, S.H., menyampaikan visi besarnya dalam mendampingi koperasi-koperasi lokal agar mampu tumbuh dan bersaing secara sehat.
BACA JUGA:
Makan Bergizi Gratis, Revolusi Senyap Menuju Indonesia Maju
“Kami hadir untuk berkolaborasi, memberikan pelatihan dan membangun ekosistem koperasi yang sehat, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Sugianto melalui rilisnya, Senin (21/7/2025).
Ia menjelaskan bahwa program pendampingan ini akan mencakup pelatihan manajemen koperasi, pengembangan usaha produktif, hingga digitalisasi sistem koperasi—sebuah terobosan yang jarang disentuh koperasi konvensional.
PKS ini merupakan langkah lanjutan dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya. Diharapkan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan GAN Sulsel ini mampu menghadirkan koperasi-koperasi yang kuat, mandiri, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan anggota serta masyarakat Maros secara luas.
Langkah ini, bukan cuman seremoni saja. Ini adalah babak baru dalam wajah koperasi di Maros—yang diharapkan lebih profesional, lebih produktif, dan lebih berpihak pada rakyat. (asrul nurdin)