Optimis Capai Target, Produksi Gabah Sulsel Tembus 2,7 Juta Ton per Juli

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel, Abdul Gafar
menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan produksi gabah kering giling (GKG) tahun 2025 mencapai 6 juta ton.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBun) Sulsel, Abdul Gafar, menyatakan optimisme tinggi terhadap pencapaian target tersebut menyusul kondisi pertanian yang dinilai lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Hingga Juli 2025, luas panen di Sulsel mencapai 523.957 hektare dengan total produksi GKG sebesar 2.725.031 ton. Artinya, masih dibutuhkan sekitar 3,27 juta ton untuk mencapai target akhir tahun.
“Kita optimis karena akan ada panen besar pada Agustus dan September. Ini dua bulan panen raya, setelah Maret dan April kemarin,” kata Gafar, Selasa (22/7/2025).

BACA JUGA:
Pemprov Sulsel dan Kejati Sepakat Percepat Pengamanan Investasi Pertambangan Nikel di Lutim

Dari target 6 juta ton GKG tersebut, diproyeksikan akan dihasilkan sekitar 3,3 juta ton beras, dengan rendemen sebesar 55 persen. Hingga pertengahan Juli, produksi beras sudah mencapai 1.563.722 ton, sementara konsumsi masyarakat hanya 612.691 ton.
“Dengan angka itu, kita surplus sekitar 951.031 ton. Artinya ketersediaan beras sangat aman,” ujar Gafar dalam keterangannya sebelumnya, Sabtu (19/7/2025).
Ia menambahkan, produksi beras Sulsel tahun ini juga menunjukkan peningkatan signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Tercatat ada lonjakan produksi sebesar 443 ribu ton.
“Kita lihat langsung di lapangan, pertanaman sangat bagus. Mungkin juga didukung iklim yang stabil, karena sampai saat ini belum ada laporan kekeringan,” jelasnya.
Peningkatan ini, lanjut Gafar, didukung oleh penambahan luas tanam, penggunaan benih unggul, serta pendampingan intensif dari penyuluh pertanian. Program “tiada hari tanpa tanam” dari Kementerian Pertanian juga disebut berperan besar dalam menjaga kontinuitas produksi.
Adapun daerah-daerah lumbung padi utama di Sulsel meliputi Bone, Soppeng, Wajo, Sidrap, Pinrang, serta Luwu Raya. Gafar juga menyoroti potensi pengembangan wilayah lain seperti Bulukumba, Gowa, dan sekitarnya sebagai penyangga produksi padi di Sulsel.