menitindonesia, MAROS – Anggota DPRD Kabupaten Maros, Hannani Parani, kembali mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros untuk pengadaan mobil pemadam kebakaran (damkar) di Kecamatan Mallawa.
“Kita tidak ingin lagi ada kejadian kebakaran di sana yang tidak bisa ditangani dengan alasan ketiadaan armada. Ini sangat menyedihkan,” kata Hannani, Senin (25/08/2025).
Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, keberadaan armada damkar di Mallawa bukan lagi sekadar usulan, tetapi sudah menjadi kebutuhan mendesak. Ia meminta Pemkab Maros segera menempatkan minimal satu unit damkar di wilayah tersebut.
“Harus ada armada yang menetap di sana. Minimal armada yang ada di Maros kota digeser sementara ke Mallawa,” tegasnya.
Hannani juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak menunggu jatuhnya korban lebih banyak sebelum bertindak. “Faktanya, sudah banyak warga yang jadi korban. Pemerintah harus turun,” tutupnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Maros, Eldri Saleh Nuhung, mengakui ketersediaan armada damkar di Kabupaten Maros masih belum optimal. Dari total 17 unit armada, lima di antaranya mengalami kerusakan berat dan tidak dapat dioperasikan.
“Sudah lama rusak, dan biaya perbaikannya cukup besar,” kata Eldri.
Saat ini, enam unit damkar ditempatkan di beberapa kecamatan, yakni Bontoa, Camba, Bantimurung, Moncongloe, Tanralili, dan Marusu. Selain itu, enam unit lainnya masih berada di markas komando (Mako) Damkar.
Eldri menambahkan, jumlah armada damkar baru bisa dikatakan ideal jika seluruh 14 kecamatan di Kabupaten Maros memiliki armada masing-masing.