Diplomasi Kesehatan: Prof Taruna Ikrar Pimpin Kerja Sama Strategis BPOM RI dan TGA Australia

Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., memberikan sambutan dalam pertemuan resmi dengan Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia di Canberra, sebagai langkah penguatan kerja sama pengawasan obat dan produk kesehatan antara Indonesia dan Australia.
  • BPOM RI dan TGA Australia meluncurkan program magang perdana di Canberra. Enam profesional BPOM siap belajar regulasi obat dan kesehatan, perkuat kolaborasi Indo-Pasifik dengan dukungan penuh pemerintah Australia.
menitindonesia, CANBERRA, AUSTRALIA — Pagi yang hangat di Gulgana Building, Fairbairn, ACT, suasana tampak akrab. Para pejabat dari Indonesia dan Australia duduk berdampingan, berbincang penuh semangat. Di ruangan itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI dan Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia resmi membuka Program Magang Perdana yang diikuti enam profesional BPOM, pada Senin (25/8/2025).
BACA JUGA:
Dubes RI Siswo Pramono Sambut Delegasi BPOM RI di Canberra
Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, bersama Professor Anthony Lawler, Deputy Secretary Health Products Regulation Group sekaligus Kepala TGA. Turut hadir perwakilan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), pejabat Kementerian Kesehatan, Penyandang Disabilitas, dan Penuaan Australia.
IMG 20250825 WA0017 11zon e1756096357137
Delegasi BPOM RI yang dipimpin Prof Taruna Ikrar berpose bersama jajaran Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia dalam kunjungan kerja untuk memperkuat kolaborasi pengawasan obat dan produk kesehatan di Canberra, Australia.

Kolaborasi yang Bermakna

Dalam sambutannya, Prof. Taruna Ikrar menekankan bahwa program ini bukan hanya pelatihan formal, melainkan tonggak penting untuk membangun kapasitas regulatori dan memperkuat jejaring keilmuan di kawasan Indo-Pasifik.
“Kita hidup di era di mana teknologi kesehatan berkembang dengan kecepatan luar biasa, dari obat biologis, vaksin, terapi gen, hingga perangkat medis berbasis AI. Program magang ini adalah langkah penting agar otoritas regulatori nasional bisa lebih adaptif, kompeten, dan terhubung,” ungkap Prof. Taruna.
BACA JUGA:
Kepala BPOM Taruna Ikrar Dipuji Media Australia, Bongkar Visi Besar Transformasi Kesehatan Indonesia
Enam profesional BPOM akan mengikuti pembelajaran langsung di lingkungan TGA, mulai dari farmakovigilans, proses otorisasi pemasaran, hingga sistem regulasi produk kesehatan. Mereka tidak hanya belajar teori, tapi juga merasakan langsung dinamika kerja sehari-hari regulator kelas dunia.

Apresiasi dari Australia

Kerja sama ini disambut antusias oleh Professor Anthony Lawler, Kepala TGA Australia.
“Kami bangga bisa bermitra dengan BPOM Indonesia. Internship ini bukan semata-mata soal peningkatan kapasitas, tetapi juga membangun kepercayaan dan jejaring lintas negara. Di era tantangan kesehatan global, kolaborasi seperti ini sangat vital,” kata Prof. Lawler.
Dukungan juga datang dari Ms. Fleur Davies, Acting First Assistant Secretary Global Health Division DFAT, yang menegaskan bahwa program ini selaras dengan misi diplomasi kesehatan Australia.
“Kami mendukung penuh inisiatif ini sebagai bagian dari komitmen Australia memperkuat kesehatan masyarakat di kawasan. Kerja sama dengan BPOM akan membuka peluang kolaborasi lebih luas di Indo-Pasifik,” ujar Davies.

Melebihi Transfer Pengetahuan

Prof. Taruna menegaskan, manfaat dari program ini jauh lebih luas. Bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman lintas budaya, jaringan profesional, hingga memperkuat kepercayaan antar lembaga.
“Kepada para peserta dari BPOM, manfaatkan kesempatan langka ini. Belajarlah dengan penuh integritas dan rasa ingin tahu. Bawa pulang pengalaman yang bisa memperkaya praktik regulasi di Indonesia,” pesannya.

Komitmen Bersama di Kawasan

Program magang ini juga menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen Indonesia dan Australia terhadap solidaritas kawasan dan kesehatan publik Indo-Pasifik.
“Tantangan kesehatan semakin kompleks. Tapi dengan kemitraan, rasa saling menghargai, dan pembelajaran berkelanjutan, kita bisa memberi dampak yang lebih besar,” kata Prof. Taruna.
Bagi BPOM, pengalaman ini diharapkan melahirkan generasi baru profesional regulatori yang siap menghadapi tantangan global, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra penting Australia di bidang kesehatan. (akbar endra)