BPOM Perkuat Pengawasan Program MBG, Taruna Ikrar: Makan Bergizi Gratis Investasi Jangka Panjang

Kepala BPOM Prof. Taruna Ikrar saat menghadiri Silaturahmi Nasional Gapembi untuk memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) didukung penuh BPOM. Kepala BPOM Taruna Ikrar tegaskan MBG adalah investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045, dengan pengawasan ketat keamanan pangan, mutu gizi, dan distribusi nasional.
menitindonesia, JAKARTA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden RI mendapat dukungan penuh dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D menegaskan, MBG bukan semata soal makan bergizi gratis, tetapi investasi jangka panjang bangsa untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
BACA JUGA:
Menlu Sugiono Jemput Kepulangan Jenazah Zetro dari Peru di Bandara Soetta : Kami Akan Teruskan Perjuanganmu
BPOM hadir memperkuat pengawasan keamanan pangan, mutu gizi, hingga rantai pasok, agar makanan yang disajikan kepada anak-anak Indonesia aman, sehat, dan bergizi.

Komitmen untuk Generasi Muda

Pada acara Silaturahmi Nasional Gabungan Pengusaha Dapur Makanan Bergizi Indonesia (Gapembi) di Jakarta, Selasa (9/9/2025), yang diikuti 200 peserta dari 100 yayasan dan mitra ini menjadi momentum konsolidasi nasional dalam mendukung MBG.
“Program MBG bukan sekadar program bantuan makanan. Ini adalah investasi jangka panjang bagi bangsa. Jika generasi muda kita sehat dan cerdas, fondasi Indonesia Emas 2045 akan semakin kuat,” tegas Taruna Ikrar dalam sambutannya.
BACA JUGA:
Dukung Ketahanan Pangan, Ditjenpas Sulsel Tanam 10 Ribu Pohon Kelapa
BPOM, lanjutnya, tidak hanya membuat regulasi, melainkan juga memberikan pendampingan teknis, uji laboratorium, dan edukasi keamanan pangan hingga ke dapur penyedia makanan bergizi.

Gapembi dan Standar Dapur Bergizi

Silatnas Gapembi juga menegaskan peran organisasi yang baru berdiri April 2025 itu dalam mendampingi penyediaan makanan bergizi gratis. Ketua Umum Gapembi, Alven Stony, menegaskan dapur-dapur mitra harus bekerja dengan standar tinggi agar program berjalan profesional.
“Program MBG bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang keadilan sosial dan investasi jangka panjang bangsa,” kata Alven.

BPOM Menjaga Mutu dan Keamanan

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM, Agus Yudi Prayudana, menekankan pentingnya edukasi pelaku usaha kecil dalam penyediaan bumbu dan bahan pangan. Ia menjelaskan, tidak semua bumbu bisa memperoleh izin PIRT. “Keamanan pangan adalah komitmen utama. Produk yang digunakan dalam MBG harus benar-benar aman, bermutu, dan bermanfaat,” ujarnya.
Melalui forum ini, terlihat bahwa MBG adalah gerakan bersama, bukan hanya proyek pemerintah. Peran Gapembi, BPOM, BGN, dan masyarakat lokal saling melengkapi untuk menyiapkan generasi penerus bangsa.
“BPOM akan terus memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan menyehatkan,” tutup Taruna Ikrar. (andi esse)