Panas Ekstrem 37°C, Dokter Koboi Peringatkan Bahaya Heat Stroke: Jangan Tunggu Haus untuk Minum!

dr Wachyudi Muchsin alias Dokter Koboi mengingatkan bahaya cuaca ekstrem dan antisipasi heat stroke.
  • Fenomena panas ekstrem melanda Indonesia hingga 37°C. Dokter Koboi imbau masyarakat waspadai heat stroke dan rajin minum air putih untuk mencegah dehidrasi dan serangan panas berbahaya.
menitindonesia, JAKARTA — Gelombang panas ekstrem kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia sejak pertengahan Oktober 2025. Suhu udara di beberapa daerah bahkan menembus angka 37°C, membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko heat stroke atau serangan panas yang dapat mengancam jiwa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena ini masih akan berlangsung hingga akhir Oktober hingga awal November 2025, seiring pengaruh tekanan udara tinggi dan pola gelombang panas dari sistem atmosfer global.
BACA JUGA:
Sensasi Survei YLKP: Sekkab Teddy Indrajaya Juara, BPOM RI Nomor Tiga!
Di tengah kondisi tersebut, dr. Wachyudi Muchsin, SKed, SH, MKes, C.Med — sosok pemerhati kesehatan yang dikenal luas sebagai “Dokter Koboi” — mengingatkan masyarakat untuk menjaga asupan cairan tubuh dan tidak menyepelekan gejala kelelahan akibat panas.
“Saat suhu ekstrem seperti ini, jangan remehkan rasa haus. Minum air putih yang cukup adalah benteng pertama tubuh kita. Jangan tunggu haus untuk minum. Heat stroke bisa datang tiba-tiba dan berbahaya,” ujar Dokter Koboi di Jakarta, Minggu (19/10/2025).
IMG 20251019 WA0008 11zon
Peringatan Dokter Koboi: Waspadai Heat Stroke

Kenali Gejala Heat Stroke Sebelum Terlambat

Menurut alumni Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini, gejala heat stroke seringkali muncul tanpa disadari. Masyarakat diminta mengenali tanda-tandanya sejak dini agar dapat segera memberikan pertolongan pertama.
BACA JUGA:
Kapal Ambulans Hilang Kontak di Pangkep, Basarnas Kerahkan KN SAR Kamajaya
Beberapa gejala utama yang perlu diwaspadai antara lain: Kulit memerah, panas, dan kering, sakit kepala hebat dan pusing, detak jantung cepat, kebingungan atau linglung, dan napas cepat dan suhu tubuh meningkat drastis,
Jika gejala tersebut muncul, Dokter Koboi menyarankan langkah cepat berikut: membawa penderita ke tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara baik, kompres es atau handuk dingin di leher, ketiak, dan selangkangan, nerikan air putih dingin jika penderita masih sadar, dan lakukan CPR jika terjadi henti napas atau jantung.
“Pertolongan pertama yang cepat bisa menyelamatkan nyawa. Jangan panik, tapi segera lakukan pendinginan tubuh,” tambahnya.

Jangan Tunggu Haus Baru Minum

Selain mengenali gejala, Dokter Koboi juga menekankan pentingnya langkah pencegahan agar masyarakat tidak menjadi korban cuaca ekstrem.
Beberapa tips sederhana namun penting di antaranya: perbanyak minum air putih dan cairan elektrolit, gunakan pakaian longgar dan menyerap keringat, kurangi aktivitas di luar ruangan antara pukul 11.00–15.00, gunakan topi dan tabir surya saat beraktivitas di bawah sinar matahari, dan istirahat cukup dan konsumsi buah tinggi air seperti semangka atau air kelapa muda.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat menghindari minuman berkafein dan beralkohol karena dapat mempercepat dehidrasi.
“Dehidrasi ringan pun bisa mempercepat risiko heat stroke. Jadi biasakan bawa botol air saat beraktivitas. Ingat, panas bisa datang tiba-tiba. Lindungi diri dan keluarga dari ancaman yang sebenarnya bisa dicegah,” tutur Dokter Koboi menegaskan.

Tetap Tenang dan Jaga Kesehatan Keluarga

Fenomena panas ekstrem ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan, tetapi juga berisiko bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan. Karena itu, masyarakat diminta untuk saling mengingatkan dan menjaga lingkungan sekitar.
“Jangan biarkan cuaca ekstrem merenggut nyawa hanya karena kita lalai minum air,” pungkas Dokter Koboi.
Untuk diketahui, Wachyudi Muchsin atau Dokter Koboi, adalah dokter sekaligus pemerhati kesehatan publik yang dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan masyarakat melalui berbagai platform media. Ia konsisten mengampanyekan gaya hidup sehat dan gerakan minum air putih cukup sebagai bagian dari pencegahan penyakit akibat cuaca ekstrem. (*)