Resmikan Pabrik Baru Indofood, Taruna Ikrar Sebut Industri Pangan Bisa Dongkrak RI ke High Income Country

Kepala BPOM Taruna Ikrar menandatangani prasasti peresmian pabrik baru Indofood di Cibinong, menandai dimulainya penguatan kapasitas industri pangan nasional.
  • Kepala BPOM Taruna Ikrar meresmikan pabrik baru Indofood di Cibinong dan menegaskan industri pangan berperan besar mendorong Indonesia menuju high income country. Langkah ini disebut sebagai penguatan kapasitas produksi nasional sekaligus lompatan ekonomi yang harus dicapai Indonesia.
menitindonesia, CIBINONG – Sebelum meresmikan fasilitas produksi baru Indofood, di Cibinong, Jawa Barat, Jumat (12/12/2025), Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) Prof Taruna Ikrar berdiri di panggung sederhana namun penuh simbol. Suaranya tegas saat ia menyampaikan pesan yang jauh melampaui peresmian pabrik ke-18 PT Indofood CBP: Indonesia dki era Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming sedang bersiap menjadi negara maju, dan industri pangan adalah salah satu lokomotifnya.
BACA JUGA:
Gerakan Senyap Taruna Ikrar: BPOM Gandeng Denmark Bangun Regulasi Kesehatan Kelas Dunia
Dalam sambutan yang bergema di hadapan jajaran manajemen Indofood dan para pemangku kepentingan industri, Taruna Ikrar mengutip target Presiden Prabowo Subianto: tahun 2029, Indonesia harus naik kelas menjadi high income country, dengan pertumbuhan pendapatan per kapita minimal 8% per tahun.
“Untuk mencapai target itu, industri pangan memegang peran sangat penting,” ucapnya.

Pabrik Baru, Misi Baru

Pabrik yang diresmikan di Cibinong ini didesain khusus untuk memperkuat pasokan mi instan bagi pasar domestik. Sementara fasilitas di Cibitung diarahkan ke ekspor, Cibinong menjadi pusat penguatan kebutuhan konsumsi dalam negeri—pasar terbesar Indofood.
Di balik peresmian ini, tersimpan ambisi besar: mendorong Indonesia tidak hanya menjadi produsen makanan siap saji yang tangguh, tetapi juga pemain global yang diperhitungkan.

Era Baru BPOM: Menjaga Standar, Menggerakkan Ekonomi

Taruna Ikrar menegaskan bahwa BPOM kini memasuki era baru. Tidak hanya menjadi pengawas keamanan pangan dan obat-obatan, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA:
Bertemu Prabowo di Moskow, Putin Siap Bantu Pengembangan Nuklir RI
“Output komoditas obat dan makanan kita hampir Rp6.000 triliun setiap tahun. Ini potensi raksasa. BPOM harus berkontribusi membawa Indonesia keluar dari kelompok negara berpenghasilan rendah menuju negara berpenghasilan tinggisesuai yang ditargetkan Bapak Presiden Prabowo,” kata Taruna.
IMG 20251212 WA0006 11zon e1765543839663
Taruna Ikrar bersama Axton Salim dan Taufik Wiraatmadja serta jajaran manajemen Indofood, usai meresmikan pabrik baru, yang menjadi bagian dari upaya mendorong industri pangan menuju standar global dan kontribusi ekonomi nasional.
Ia juga menegaskan kesiapsiagaan BPOM terhadap ancaman yang dapat mengganggu produk nasional — sebuah bentuk back-up negara terhadap industri strategis Indonesia.
Namun satu hal yang tak bisa ditawar: standar. “Tidak ada kompromi untuk standar,” tegasnya. Indofood, melalui fasilitas barunya, telah mengantongi sertifikasi CPPOB dan mengekspor 43 jenis produk olahan ke berbagai negara.

Industri Mi Instan Nasional Makin Kokoh

Pabrik ini adalah simbol ketahanan pangan nasional. Dengan penguatan kapasitas lokal, Indonesia memperkokoh posisi sebagai salah satu produsen mi instan terbesar di dunia.
Direktur PT Indofood CBP, Taufik Wiraatmadja, menyampaikan penghargaan mendalam kepada BPOM.
“Kami berterima kasih atas pendampingan yang komprehensif mulai dari persiapan, sertifikasi CPPOB, registrasi izin edar, hingga validasi. Semua itu memastikan bahwa pabrik ini memenuhi seluruh standar keamanan pangan nasional,” ujarnya.
Taufik juga menargetkan pabrik ini membuka banyak lapangan kerja baru, menggeliatkan perekonomian Cibinong, dan memperkuat industri pangan lokal berbasis inovasi.

Dorongan Nyata untuk UMKM

Di bagian akhir kunjungan, Taruna Ikrar memberi pesan yang menyentuh akar ekonomi Indonesia: UMKM. “BPOM berkomitmen menaikkan status pelaku usaha mikro menjadi kecil atau menengah. UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional,” tandasnya.
Peresmian hari itu tidak hanya ditutup dengan tepuk tangan, tetapi juga harapan baru: Indonesia bersiap melakukan lompatan ekonomi—dan industri pangan menjadi salah satu tumpuan utamanya. (AE)