Perpustakaan SMPN 11 Maros Baru Dibobol Maling, Pelaku Terekam CCTV

Perpustakaan SMPN 11 Maros Baru yang dibobol maling. (ASR)
menitindonesia, MAROS – Aksi pencurian terjadi di SMP Negeri 11 Maros Baru, Kabupaten Maros. Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 11 Maros Baru, Syamsuddin, mengatakan kejadian itu baru diketahui setelah pihak sekolah memeriksa rekaman CCTV.
“Terjadi hari Minggu. Di CCTV terlihat sekitar pukul 03.00 Wita,” kata Syamsuddin saat ditemui, Selasa (16/12/2025).
Dalam rekaman CCTV, tampak seorang pria diduga sebagai pelaku beraksi pada waktu subuh. Namun, wajah pelaku tidak terlihat jelas karena hanya terekam sekilas.
Syamsuddin menjelaskan, pelaku tidak masuk ke ruang guru maupun ruang kelas. Sasaran pencurian hanya ruang perpustakaan sekolah.

BACA JUGA:
15 Unit Laptop Chromebook Bantuan Nadiem Makarim, Raib digondol Maling di SMP PGRI Maros

Diduga pelaku masuk ke area sekolah dengan cara melompati pagar. Pasalnya, pagar sekolah dalam kondisi terkunci dan tidak ditemukan tanda-tanda kerusakan. Kerusakan hanya terlihat pada pintu perpustakaan.
“Yang rusak hanya pintu perpustakaan,” ujarnya.
Barang yang dicuri berupa besi-besi bekas serta satu unit pompa air yang sudah rusak dan disimpan di dalam perpustakaan. Padahal, di ruangan tersebut terdapat sejumlah barang elektronik.
“Laptop dan printer ada di dalam, tapi tidak diambil,” jelas Syamsuddin.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku diduga hanya satu orang dan berjenis kelamin laki-laki.
Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas setempat. Syamsuddin mengungkapkan, kasus pencurian di sekolahnya bukan yang pertama kali terjadi.
“Dulu pernah, tapi sudah lama. Yang terakhir itu di kantin, tabung gas yang diambil,” katanya.
Sementara itu, kasus pencurian juga terjadi di SMP PGRI 2, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros. Dalam kejadian tersebut, sebanyak 15 unit Chromebook bantuan Kementerian Pendidikan serta satu unit speaker raib digondol pelaku.
Pantauan di lokasi menunjukkan kunci lemari penyimpanan Chromebook dalam kondisi rusak. Namun, tiga gembok pintu ruang penyimpanan masih terlihat utuh.
Ruang kantor guru tampak berantakan usai diacak-acak pelaku. Beberapa lemari, khususnya di bagian belakang ruangan, terlihat terbuka.
Guru PJOK SMP PGRI 2, Suhardi, mengatakan pencurian itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 06.00 Wita. Ia baru mengetahui kejadian tersebut setelah tiba di sekolah sekitar pukul 10.00 Wita.
“Saya dapat informasi dari guru lain kalau ada barang inventaris yang hilang,” ujarnya.
Awalnya, Suhardi tidak percaya. Namun setelah memeriksa langsung, diketahui Chromebook dan speaker benar-benar telah hilang.
“Setelah saya cek, ternyata benar Chromebook itu hilang,” katanya.