Pemprov Sulsel Genjot Perbaikan Jalan Rp615 Miliar, 286 Km Ditangani hingga 2027

menitindonesia, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus menggenjot pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan melalui Program Multi-Year Project (MYP) 2025–2027.
Salah satu proyek yang tengah berjalan adalah Pekerjaan Preservasi Jalan Paket IV yang dilaksanakan dengan skema Multi Years Contract (MYC). Paket ini memiliki nilai kontrak sekitar Rp615,6 miliar dengan total panjang penanganan mencapai 286,80 kilometer.
Sebanyak 15 ruas jalan provinsi strategis ditangani dalam Paket IV. Ruas-ruas tersebut tersebar di Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone, yang menjadi jalur penting mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antarwilayah.
Salah satu ruas yang saat ini dalam tahap pengerjaan yakni Impa-Impa–Anabanua sepanjang 16,9 kilometer di Kabupaten Wajo. Ruas ini dikenal sebagai jalan poros provinsi yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan sosial warga.
HSE (Health, Safety, and Environment) Officer PT Nindya Karya (Persero), Hadyan Rashidi, mengatakan penanganan ruas Impa-Impa–Anabanua dilakukan secara menyeluruh sesuai kondisi lapangan.
“Untuk segmen dua, tepatnya di sekitar Masjid Imaduddin Tancung, Kecamatan Tanasitolo, saat ini sedang dilakukan pekerjaan Lapisan Pondasi Atas (LPA) agregat kelas A,” ujar Hadyan di lokasi pengerjaan, Sabtu (13/01/2025).

BACA JUGA:
Pemprov Sulsel Dinilai Berjasa di Sektor Pangan, Andi Sudirman Dianugerahi Satyalancana Wira Karya dari Prabowo

Ia menjelaskan, pekerjaan pada ruas tersebut meliputi rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin, serta rehabilitasi minor dan mayor, termasuk pengaspalan atau hotmix.
“Pemeliharaan rutin juga sudah dilaksanakan di ruas ini,” katanya.
Menurut Hadyan, tahapan pekerjaan diawali dengan identifikasi kondisi eksisting jalan untuk menentukan jenis penanganan yang tepat. Untuk penanganan minor, dilakukan pekerjaan Jalur Pemandu Tertentu (JPT) seperti pembangunan talud dan pembatas jalan.
“Setelah itu dilanjutkan pekerjaan LPA agregat kelas A, kemudian pekerjaan mayor hingga tahap akhir pengaspalan. Semua penanganan disesuaikan dengan kondisi masing-masing segmen,” jelasnya.
Untuk ruas Impa-Impa–Anabanua, pihak pelaksana menargetkan pekerjaan rampung paling lambat pertengahan Maret 2026 atau sebelum Hari Raya Idulfitri. Setelah itu, pekerjaan akan berlanjut ke ruas Ulugalung dan Salonro.
Terkait keselamatan, Hadyan memastikan manajemen lalu lintas menjadi perhatian utama selama pekerjaan berlangsung. Tim Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disiagakan di setiap titik pengerjaan.
“Di setiap titik ada flagman, pengaturan lalu lintas, dan pengawasan. Selain dari kami, ada juga pengawas dari konsultan,” ujarnya.
Selama proses pengerjaan, sistem buka-tutup jalur diterapkan guna menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Seiring progres pekerjaan, manfaat perbaikan jalan mulai dirasakan masyarakat. Hasni M, warga Baru Tancung, Kecamatan Tanasitolo, mengaku kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan.
“Dulu jalannya penuh lubang, kalau hujan jadi kubangan air. Transportasi kurang lancar karena jalan rusak,” katanya.
Kini, menurut Hasni, kondisi jalan mulai membaik dan berdampak langsung pada aktivitas warga.
“Sekarang sudah mulai lancar. Waktu tempuh jadi lebih cepat, mau ke pasar dan berangkat kerja juga lancar,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Burhan Cora, warga yang tinggal dan berjualan di tepi ruas jalan tersebut. Ia menyebut sebagian jalan sudah mulai diaspal.
“Di depan rumah saya sudah diaspal separuh. Dulu banyak debu, sekarang kendaraan dan aktivitas masyarakat lebih lancar,” katanya.
Melalui program preservasi jalan ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan konektivitas wilayah, memperkuat akses ekonomi, serta menghadirkan infrastruktur jalan yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.