Duta Muda CBP Rupiah BI Sulsel Gelar Edukasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah Di LPKA Maros

Suasana pelaksanaan Program Sikola Rupiah untuk Semua (SIRUPA) di LPKA Kelas II A Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS – Program Sikola Rupiah untuk Semua (SIRUPA) resmi diluncurkan sebagai upaya memperluas literasi keuangan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara. Program ini menyasar anak-anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Maros.
Kegiatan tersebut didukung penuh oleh Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan dan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan DPD Mahasiswa Pancasila (Mapancas) Kabupaten Maros serta PC Forum GenRe Indonesia Kabupaten Maros.
Project Manager SIRUPA,  Putri Pendawi mengatakan kegiatan ini bertujuan menanamkan fondasi literasi keuangan sekaligus membangun karakter dan nasionalisme anak binaan.
“Program SIRUPA adalah wujud nyata inklusivitas. Melalui sinergi Bank Indonesia dan organisasi kepemudaan, kami ingin memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pemahaman nilai kebangsaan dan literasi keuangan,” katanya, Minggu (8/2/2026).

BACA JUGA:
BI Puji Komitmen Pemkab Maros Dorong Transaksi Non-Tunai

Putri menjelaskan, kegitan yang mengusung tema ‘Rupiah untuk Semua, Tanpa Kecuali’ ini, dirancang untuk memberikan akses edukasi keuangan yang setara bagi kelompok anak yang selama ini jarang tersentuh program literasi publik.
“Nama SIRUPA diambil dari bahasa Bugis-Makassar yang berarti serupa atau setara. Filosofi tersebut mencerminkan prinsip inklusivitas, bahwa setiap anak bangsa memiliki hak yang sama untuk memahami literasi keuangan dan nilai kebangsaan,” lanjutnya.
Sebanyak 15 anak binaan berusia 15 hingga 17 tahun mengikuti kegiatan ini. Mereka dibekali pemahaman tentang Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, mulai dari fungsi Rupiah sebagai alat pembayaran sah hingga perannya sebagai simbol kedaulatan negara.
“Agar materi mudah dipahami, penyampaian dilakukan dengan pendekatan humanis dan interaktif, di antaranya melalui dongeng edukatif serta permainan kreatif. Peserta diajak mengenali ciri keaslian uang, memahami nilai nominal, serta cara merawat Rupiah agar tetap layak edar,” sebutnya.
Melalui program ini, anak binaan diharapkan memiliki bekal pemahaman finansial dan rasa bangga terhadap identitas bangsa saat kembali ke tengah masyarakat. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi model bagi pelaksanaan program literasi inklusif di daerah lain.
“Tentunya dengan bekal pemahaman finansial ini, kita berharap agar kita semua bisa bangga terhadap identitas bangsa kita,” pungkasnya.