Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid H. Chaudary (ist)
menitindonesia, JAKARTA — Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid H. Chaudary, menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Indonesia di organisasi kerja sama ekonomi Developing 8 Countries (D-8).
Pernyataan tersebut disampaikan Zahid di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (12/2/2026), sekaligus menegaskan komitmen Pakistan mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada April mendatang.
“Pakistan dan Indonesia sama-sama anggota pendiri D-8, dan Pakistan memiliki harapan yang tinggi terhadap kepemimpinan Indonesia di organisasi ini,” ujarnya.
Tahun ini, Indonesia akan memimpin D-8 untuk periode 2026–2027. Serah terima kepemimpinan dijadwalkan berlangsung dalam KTT D-8 di Jakarta.
Selama masa kepemimpinan tersebut, Indonesia mengusung tema Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity and Cooperation for Shared Prosperity. Tema ini menekankan pentingnya kesetaraan, solidaritas, dan kerja sama antarnegara anggota, sejalan dengan semangat Dasasila Bandung.
Zahid menilai peran Indonesia sangat krusial dalam mendorong penguatan kolaborasi antarnegara berkembang, khususnya di tengah dinamika global saat ini.
“Kami sangat menantikan untuk bekerja sama dengan Indonesia, tidak hanya untuk KTT yang akan datang, tetapi juga demi kesuksesan D-8 sebagai organisasi,” katanya.
Ia juga mendorong agar kerja sama kedua negara tidak hanya terfokus pada kerangka D-8, tetapi diperluas melalui berbagai forum internasional.
Menurut Zahid, Indonesia dan Pakistan mewakili lebih dari seperempat populasi Muslim dunia, sehingga memiliki tanggung jawab strategis dalam memperkuat kolaborasi bilateral maupun multilateral.
“Penting bagi kedua negara untuk bekerja sama secara bilateral serta melalui berbagai platform, termasuk PBB, OKI, D-8, dan ASEAN,” pungkasnya.