Reses Legislator Demokrat Makassar, Warga Minta Drainase Diperbaiki dan CCTV Dipasang

Anggota DPRD Makassar, Rezki saat menggelar Reses masa sidang ke dua di Dapilnya. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Rezki, kembali menggelar reses kedua masa persidangan kedua tahun sidang 2025/2026 di Jalan Gunung Lokon Lorong 59, Kelurahan Lariangbangi, Kecamatan Makassar, Jumat (13/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah warga menyampaikan keluhan, mulai dari persoalan drainase hingga dugaan ketidakterbukaan dalam pemilihan kader KB.
Masalah drainase menjadi sorotan utama. Warga meminta agar sedimentasi segera dikeruk, mengingat Kota Makassar telah memasuki musim hujan. Mereka khawatir saluran air yang tersumbat dapat memicu genangan hingga banjir.
Rezki mengatakan, pengerukan drainase seharusnya dilakukan sebelum musim hujan tiba.

BACA JUGA:
Reses di Tiga Kelurahan, Wakil Ketua DPRD Makassar Terima Keluhan Soal Drainase dan Lampu Jalan

“Harusnya ini bisa dilakukan menjelang musim hujan, tapi laporan warga masih ada yang belum dikeruk. Ini yang harus saya sampaikan ke dinas terkait,” ujarnya.
Legislator Fraksi Demokrat itu menilai buruknya kondisi drainase menyebabkan air meluap saat hujan deras. Selain sedimentasi, ia juga menyoroti pentingnya konstruksi saluran agar aliran air berjalan lancar.
“Masalah ini tidak bisa dibiarkan lama. Harus ada perbaikan supaya air buangan bisa mengalir dengan baik,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Rezki juga menerima aduan terkait proses pemilihan kader Keluarga Berencana (KB) yang dinilai tidak transparan. Warga mempertanyakan pergantian kader yang disebut dilakukan secara mendadak tanpa sosialisasi.
“Masa tiba-tiba ada pergantian kader KB tanpa sepengetahuan masyarakat lainnya. Kita tidak mau ada proses pemilihan yang sarat akan kepentingan,” katanya.
Ia meminta Pemerintah Kota Makassar memberikan penjelasan agar polemik di tengah masyarakat tidak berlarut-larut.
Di akhir kegiatan, Rezki juga menyinggung pentingnya pemasangan CCTV di sejumlah titik wilayah. Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk meningkatkan rasa aman warga di tengah meningkatnya kasus kriminalitas.
“Setidaknya kalau ada CCTV, kita bisa pantau dan warga merasa lebih nyaman,” tutupnya.