Tetap diadakan Selama Ramadan, Begini Skema Pembagian MBG di Maros

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 01 Mandai.
menitindonesia, MAROS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Maros tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah daerah menyesuaikan pola distribusi agar program tetap efektif tanpa mengganggu ibadah puasa.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan selama Ramadan, MBG didistribusikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat. Penyaluran dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis.
Distribusi pada hari Senin mencakup kebutuhan untuk Senin, Selasa, dan Rabu. Sementara distribusi Kamis dibundel untuk Kamis, Jumat, dan Sabtu.
“Skema ini diterapkan agar distribusi tetap efisien selama Ramadan, tanpa mengurangi hak penerima manfaat,” ujar Chaidir, Senin (16/2/2026).

BACA JUGA:
Ini Jadwal Baru Jam Kerja ASN Maros Selama Ramadan 1447 H

Untuk teknis pembagian, masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan berkoordinasi langsung dengan sekolah penerima manfaat. Skema serupa juga diterapkan bagi kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui (3B) melalui koordinasi bersama kader di lapangan.
Saat ini, terdapat 40 SPPG yang telah berdiri dan beroperasi di 14 kecamatan di Kabupaten Maros. Kecamatan Mandai menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak.
“Total penerima manfaat sekitar 97 ribu,” jelas mantan Ketua DPRD Maros itu.
Chaidir menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan terhadap kualitas makanan dan ketepatan distribusi selama Ramadan. Standar gizi, kebersihan, serta ketepatan sasaran menjadi perhatian utama.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pengelola SPPG hingga tenaga distribusi, agar bekerja sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.
“Kita ingin memastikan semua siswa mendapatkan manfaat yang sama,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Maros berharap penyesuaian skema selama Ramadan ini tetap mampu menjaga keberlanjutan program sekaligus mendukung kebutuhan gizi masyarakat.