Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Terima Delegasi Auditor Arab Saudi, Bahas Pengawasan dan Pengadaan Berbasis Risiko

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menerima delegasi General Court of Audit (GCA) Arab Saudi dalam pertemuan ramah tamah di Kantor BPOM, Jakarta, Senin (23/2/2026). Pertemuan tersebut membahas pengawasan serta pengadaan barang dan jasa pemerintah berbasis risiko sebagai bagian dari kerja sama dan pertukaran pengetahuan antar lembaga pengawasan.
  • Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menerima kunjungan delegasi General Court of Audit (GCA) Arab Saudi untuk berdiskusi mengenai pengawasan dan pengadaan barang/jasa pemerintah berbasis risiko.
menitindonesia, JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM) menerima kunjungan delegasi General Court of Audit (GCA) Arab Saudi dalam agenda ramah tamah dan dialog kelembagaan, Senin (23/2/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari study visit GCA untuk mempelajari mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah serta metodologi pemeriksaan berbasis risiko di Indonesia.
BACA JUGA:
Ramadan Leadership Camp, Gubernur Sulsel Hadirkan Wamenhan Bahas Nasionalisme
Delegasi GCA Arab Saudi dipimpin oleh Nawaf Alsadon, didampingi sejumlah pejabat auditor. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., di Ruang Tamu Kepala BPOM.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun substantif itu, kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai tantangan dan praktik terbaik dalam memperkuat tata kelola pengadaan serta sistem pengawasan internal, khususnya di sektor publik yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
“Kolaborasi lintas negara antar lembaga pengawasan memiliki peran strategis dalam membangun transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan publik,” ujar Taruna Ikrar. Menurut dia, forum seperti ini bukan sekadar kunjungan kehormatan, melainkan ruang mutual learning untuk memperkuat kapasitas kelembagaan masing-masing.

Tanggung Jawab Besar BPOM

Taruna menegaskan, sebagai otoritas pengawas obat dan makanan, BPOM mengemban tanggung jawab besar dalam melindungi masyarakat sekaligus menjaga ekosistem industri yang berkontribusi signifikan terhadap perekuna onomian nasional. Karena itu, pengawasan dan pengadaan yang akuntabel menjadi instrumen penting untuk memastikan keberlanjutan kinerja organisasi.
BACA JUGA:
Dirjen Otda Apresiasi Ramadan Leadership Camp Sulsel, Dinilai Bisa Jadi Contoh Nasional
Dalam kesempatan tersebut, Taruna Ikrar didampingi oleh, Inspektur Utama BPOM Yan Setyadi, Inspektur II Adam P.W.A. Wibowo, Staf Ahli Kepala BPOM Bidang Medsos dan Humas Akbar Endra, Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Lynda Kusuma Wardhani, serta Kepala Biro Umum Asih Lisa Restanti, dan sejumlah pejabat terkait di lingkungan BPOM.
Agenda kunjungan GCA Arab Saudi tidak hanya diisi dengan pertemuan kehormatan, tetapi juga paparan teknis mengenai proses pengadaan barang dan jasa di BPOM, desain pengawasan internal, serta diskusi mengenai risk-based audit methodology bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi penguatan kerja sama antar lembaga pengawasan kedua negara di masa mendatang, sekaligus mempererat hubungan kelembagaan Indonesia–Arab Saudi dalam kerangka tata kelola pemerintahan yang transparan dan berintegritas. (*)