Pemkab Maros Kucurkan Rp10 Miliar untuk Operasional RSUD Camba 2026

RSUD Tipe D Camba. (ist)
menitindonesia, MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk mendukung operasional RSUD Camba pada tahun 2026. Anggaran tersebut disiapkan guna memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berjalan optimal.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan dana itu difokuskan untuk sejumlah kebutuhan prioritas. Di antaranya belanja bahan medis habis pakai (BMHP), pembayaran tenaga outsourcing, biaya operasional rumah sakit, hingga insentif dokter ahli dan tenaga paramedis.
“Anggaran ini untuk mendukung operasional, termasuk BMHP, tenaga outsourcing, operasional, serta insentif dokter ahli dan paramedis,” ujar Chaidir, Senin (23/2/2026).
Chaidir mengaku telah melakukan monitoring langsung ke RSUD Camba beberapa waktu lalu. Dalam kunjungan tersebut, ia mengecek buku pelayanan untuk memastikan aktivitas layanan kepada masyarakat berjalan aktif.

BACA JUGA:
RSUD Camba Maros Mulai Dipadati Pasien, BPJS Menyusul 3–6 Bulan ke Depan

“Kami cek di buku pelayanan, sudah banyak pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, dari sisi pelayanan medis, RSUD Camba sudah berjalan maksimal. Meski begitu, masih ada sejumlah catatan terkait infrastruktur yang perlu dibenahi.
“Kalau untuk pelayanan sudah maksimal. Secara infrastruktur masih ada sedikit yang perlu pembenahan, misalnya jalan menuju rumah dinas, perbaikan drainase, dan parkiran,” jelasnya.
Terkait ketersediaan alat kesehatan (alkes), mantan Ketua DPRD Maros itu memastikan peralatan yang ada saat ini dinilai cukup dan telah dimanfaatkan secara optimal.
“Alhamdulillah untuk alkes yang ada sudah cukup untuk saat ini dan dimanfaatkan untuk pelayanan,” ujarnya.
Saat ini, RSUD Camba memiliki 50 tempat tidur (bed) dan didukung 130 tenaga kesehatan. Untuk menunjang operasional, sebagian tenaga kesehatan berasal dari tiga puskesmas di wilayah setempat serta dari RSUD dr La Palaloi.
Rumah sakit tersebut tidak hanya melayani warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Maros, tetapi juga terbuka bagi masyarakat dari daerah lain.
“Jika ada warga yang membutuhkan penanganan segera, bisa langsung ditangani di sini. Bahkan warga dari Bone, Sinjai, atau Soppeng yang melintas dan membutuhkan layanan darurat bisa langsung masuk ke RSUD Camba,” tegasnya.
Pemkab Maros pun terus mendorong peningkatan kualitas layanan sembari menunggu proses pendampingan akreditasi rumah sakit tersebut.