Anggota DPRD Makassar, Rachmat Taqwa Qurais. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Rencana Pemerintah Kota Makassar membangun dermaga wisata di Pulau Lanjukang dengan anggaran sekitar Rp3 miliar menuai sorotan dari DPRD Kota Makassar.
Proyek yang diklaim untuk mendorong pariwisata kepulauan itu dinilai belum menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat setempat.
Anggota DPRD Makassar Dapil II, Rachmat Taqwa Qurais (RTQ), mengingatkan agar pembangunan sektor wisata tidak mengabaikan kebutuhan dasar warga yang telah lama bermukim di wilayah kepulauan.
“Program itu bagus, tapi jangan sampai kebutuhan dasar warga terabaikan,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi Komisi A, warga di Kecamatan Sangkarrang masih membutuhkan infrastruktur vital, seperti pemecah ombak dan perbaikan dermaga yang ada saat ini.
“Mereka butuh pemecah ombak dan perbaikan dermaga. Ini menyangkut keselamatan,” tegasnya.
RTQ menilai, sebelum Pulau Lanjukang dipromosikan sebagai destinasi wisata, pemerintah harus memastikan keamanan dan kesejahteraan masyarakat lokal terlebih dahulu.
“Jangan kita undang wisatawan, sementara warga di sana belum terpenuhi kebutuhannya,” katanya.
Ia juga menyoroti keterbatasan layanan dasar di wilayah kepulauan, mulai dari akses listrik, air bersih, hingga fasilitas pendukung seperti perahu jenazah dan pengelolaan sampah.
“Masih banyak kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, bukan hanya dermaga,” ujarnya.
Meski demikian, RTQ tetap mengapresiasi langkah Pemkot Makassar dalam mendorong pembangunan di wilayah kepulauan, dengan catatan agar kebijakan tidak semata berorientasi pada pariwisata.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Makassar, Akhmad Hendra Hakamuddin, menjelaskan pembangunan dermaga tersebut merupakan bagian dari pengembangan wisata bahari.
“Pulau Lanjukang menjadi pilot project pengembangan pariwisata kepulauan,” ujarnya.
Ia menyebut dermaga yang akan dibangun memiliki konsep wisata, bukan sekadar fasilitas transportasi.
“Dermaga ini didesain agar kapal pinisi bisa bersandar, dengan panjang sekitar 80 meter,” jelasnya.
Pemkot Makassar juga tengah menyiapkan pengembangan terpadu, mulai dari akses transportasi hingga fasilitas penunjang wisata di pulau tersebut.
Pembangunan dermaga dijadwalkan menjadi prioritas pada 2026, dengan porsi anggaran terbesar difokuskan pada proyek tersebut.
Namun, DPRD mengingatkan agar pembangunan tetap seimbang antara pengembangan wisata dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kepulauan.