Taruna Ikrar Luncurkan IDAMAN dari Semarang, Siap Putus Mata Rantai Jamu Berbahaya dan Bawa Herbal Indonesia Mendunia

Prof. Taruna Ikrar saat meluncurkan Program IDAMAN di Semarang, Jawa Tengah. BPOM menargetkan terbentuknya ekosistem jamu aman untuk melindungi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing herbal Indonesia di pasar dunia.
  • Di tengah maraknya peredaran jamu ilegal dan produk herbal yang dicampur bahan kimia obat, Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar meluncurkan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) dari Semarang. Gerakan nasional ini menjadi langkah besar untuk melindungi masyarakat sekaligus mengangkat jamu Indonesia menjadi produk kesehatan berdaya saing global.
menitindonesia, SEMARANG — Semarang kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu episentrum perkembangan jamu nasional. Dari kota yang memiliki sejarah panjang dengan tradisi herbal Nusantara ini, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., secara resmi meluncurkan Program Indonesia Sadar Jamu Aman (IDAMAN) dalam acara Kick Off yang berlangsung di Aula Gradhika Bhakti Praja, Selasa (9/6/2026).
Peluncuran program tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah H. Taj Yasin Maimoen, unsur Forkopimda, kepala daerah, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku usaha, komunitas jamu, serta berbagai pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam pengembangan sektor obat bahan alam di Indonesia.
BACA JUGA:
Buku Presiden Solusi Diluncurkan, Klaim Prabowo Sudah Hadirkan 108 Solusi dalam 18 Bulan
Bagi Taruna Ikrar, peluncuran IDAMAN bukan agenda seremonial belaka. Program ini menjadi titik awal gerakan nasional untuk membangun ekosistem jamu yang aman, bermutu, berkhasiat, dan mampu bersaing di pasar internasional.
“Pengakuan UNESCO menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mengangkat jamu sebagai produk kesehatan modern yang aman, bermutu, berkhasiat, dan mampu bersaing di pasar global. Jamu adalah identitas budaya bangsa sekaligus kekuatan ekonomi rakyat yang harus kita jaga bersama,” ujar Taruna Ikrar.
Momentum peluncuran IDAMAN bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jamu Nasional yang diperingati setiap 27 Mei. Menurut Taruna, pengakuan jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada 6 Desember 2023 menjadi tonggak penting yang membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menjadikan jamu sebagai kekuatan ekonomi baru berbasis kearifan lokal.
Dalam paparannya, Taruna Ikrar juga mengingatkan bahwa sejarah pemanfaatan tanaman obat telah berlangsung sangat panjang. Bahkan, berdasarkan penelitian arkeologi, praktik operasi amputasi telah dilakukan sekitar 31 ribu tahun silam dengan memanfaatkan bahan-bahan herbal sebagai bagian dari proses pengobatan.
Fakta tersebut menunjukkan bahwa pengobatan berbasis alam telah menjadi bagian penting dalam perjalanan peradaban manusia jauh sebelum lahirnya dunia medis modern.
Indonesia sendiri memiliki modal yang sangat besar. Data Riset Tanaman Obat dan Jamu (Ristoja) mencatat lebih dari 10.000 ramuan tradisional dan hampir 20.000 jenis tanaman obat yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara.
Potensi tersebut telah melahirkan industri obat bahan alam yang terus berkembang. BPOM mencatat saat ini terdapat 141 Industri Obat Bahan Alam (IOBA), 19 Industri Ekstrak Obat Bahan Alam (IEBA), 360 Usaha Mikro Obat Bahan Alam (UMOBA), 744 Usaha Kecil Obat Bahan Alam (OKOBA), serta lebih dari 10.000 perajin jamu tradisional di seluruh Indonesia.
Besarnya industri tersebut sejalan dengan tingginya tingkat konsumsi masyarakat. Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023 menunjukkan sekitar 36,9 persen masyarakat Indonesia menggunakan obat tradisional, termasuk jamu, sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

IMG 20260609 WA0001 11zon e1781021600114

IDAMAN, Jawaban atas Ancaman Jamu Ilegal

Di balik besarnya potensi tersebut, BPOM masih menemukan berbagai persoalan serius yang mengancam keamanan masyarakat.
Sepanjang tahun 2025, BPOM menemukan sebanyak 206 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan yang positif mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) dari total 11.654 sampel yang diperiksa. Sementara patroli siber BPOM menemukan lebih dari 39 ribu tautan penjualan produk obat bahan alam ilegal atau tidak memenuhi ketentuan.
Temuan tersebut menjadi salah satu alasan utama lahirnya Program IDAMAN.
“Temuan ini menunjukkan bahwa perlindungan masyarakat harus terus diperkuat. Jamu yang aman dan berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku usaha hingga masyarakat,” tegas Taruna Ikrar.
BACA JUGA:
Usai dilantik Prabowo Sebagai Penasihat, Said Iqbal Beberkan 3 Agenda Utama untuk Tingkatkan Kesejahteraan Buruh
Melalui Program IDAMAN, BPOM tidak hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga membangun budaya sadar keamanan jamu di seluruh lapisan masyarakat.
Pelaku usaha jamu, UMKM obat bahan alam, jamu gendong, jamu racik, hingga sarana distribusi akan mendapatkan pendampingan agar mampu memenuhi standar keamanan, mutu, dan khasiat yang ditetapkan. Pada saat yang sama, masyarakat akan diberdayakan melalui pembentukan kader keamanan jamu yang bertugas melakukan edukasi dan sosialisasi di lingkungannya masing-masing.
Program ini akan dijalankan secara bertahap di 514 kabupaten dan kota di Indonesia. Pada tahun 2026, implementasi awal difokuskan pada lima daerah yakni Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Yogyakarta, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Bantul.
Setiap daerah akan mengembangkan desa percontohan sebagai model penguatan ekosistem jamu aman berbasis masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyambut baik peluncuran Program IDAMAN. Menurutnya, Jawa Tengah memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat perkembangan jamu nasional.
Gus Yasin menilai keberadaan industri jamu rakyat, jamu gendong, hingga industri herbal modern menjadi kekuatan ekonomi yang harus dijaga bersama. Ia juga berharap seluruh pelaku usaha tetap patuh terhadap regulasi dan pengawasan BPOM karena menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Kota Semarang menilai tradisi meracik jamu yang masih hidup di tengah masyarakat telah berkembang menjadi daya tarik wisata edukasi. Tidak sedikit wisatawan yang datang untuk mempelajari proses peracikan jamu tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Nusantara.
Pada kesempatan yang sama, Taruna Ikrar juga menyampaikan penguatan infrastruktur pengawasan BPOM di Jawa Tengah. Saat ini BPOM memiliki lima Unit Pelaksana Teknis (UPT) di provinsi tersebut dan tengah mempersiapkan pembentukan UPT baru di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Pati untuk memperluas jangkauan pelayanan dan pengawasan.
Acara kemudian ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama Pelaksanaan Program IDAMAN oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem jamu aman di Indonesia.
Hadir mendampingi Kepala BPOM dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Utama BPOM Jayadi, Inspektur Utama Yan Setiadi, Deputi II  Mohammad Kashuri, dan Deputi IV Tubagus Ade Hidayat, Staf Khusus Kepala BPOM Wachyudi Muchsin, Staf Ahli Kepala BPOM Bidang Medsos dan Humas Akbar Endra, para kepala biro, direktur, serta Kepala BBPOM di Semarang Rustyawati.
Bagi Taruna Ikrar, IDAMAN adalah fondasi lahirnya ekosistem jamu nasional yang aman, modern, dan berdaya saing global. Melalui program ini, BPOM tidak hanya menjaga masyarakat dari produk berisiko, tetapi juga menyiapkan jalan agar jamu Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan pemain penting di pasar dunia.
“Jamu adalah warisan bangsa yang harus dilestarikan. Dengan Program IDAMAN, kita ingin membangun masyarakat yang sadar, cerdas, dan mandiri dalam memilih jamu yang aman, sekaligus menjadikan jamu Indonesia semakin berdaya saing di tingkat global,” pungkasnya.