menitindonesia, JAKARTA – Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 tidak hanya mengubur mimpi mempertahankan gelar juara, tetapi juga menghadirkan sederet catatan statistik yang menggambarkan betapa sulitnya Albiceleste keluar dari tekanan lawan sepanjang pertandingan.
Sejak peluit awal dibunyikan, Spanyol tampil dominan dalam penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Argentina. Dampaknya langsung terlihat pada babak pertama ketika tim asuhan Lionel Scaloni gagal menciptakan satu pun percobaan tembakan.
Catatan tersebut menjadi rekor negatif baru di era modern Piala Dunia, karena untuk pertama kalinya sebuah tim tidak mampu melepaskan tembakan sepanjang 45 menit pertama laga final.
Situasi tidak banyak berubah selepas jeda. Argentina tetap kesulitan keluar dari tekanan La Roja dan bahkan hingga waktu normal berakhir tidak mampu mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.
BACA JUGA:
Dominasi Telak Lawan Argentina, Spanyol Angkat Tropi Juara Piala Dunia Ketiga
Sebaliknya, Spanyol terus menggempur pertahanan lawannya melalui rangkaian serangan yang memaksa Emiliano Martínez bekerja ekstra keras di bawah mistar.
Di tengah dominasi Spanyol, Martínez menjadi sosok yang menjaga asa Argentina tetap hidup. Penampilan gemilang penjaga gawang Aston Villa itu membuat Spanyol frustrasi sepanjang 90 menit setelah berulang kali menggagalkan peluang emas lawan.
Rentetan penyelamatan Martínez memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan membuat Argentina tetap memiliki peluang membawa laga hingga adu penalti.
Namun, perlawanan Argentina akhirnya runtuh pada menit ke-106 ketika Ferran Torres memecah kebuntuan sekaligus memastikan kemenangan 1-0 untuk Spanyol.
Gol tersebut mengakhiri perjuangan heroik Martínez yang sepanjang pertandingan tampil sebagai pemain terbaik Argentina berkat total 11 penyelamatan, meski pada data resmi sebagian penyedia statistik jumlah penyelamatan dalam 90 menit reguler tercatat 10 sebelum bertambah di babak tambahan.
Statistik tersebut menjadi cerminan betapa timpangnya jalannya final Piala Dunia 2026. Meski skor hanya 1-0, Spanyol tampil mengendalikan permainan hampir sepanjang laga, sementara Argentina lebih banyak bertahan dan bergantung pada aksi heroik Emiliano Martínez untuk menjaga peluang hingga babak tambahan.
Data dan Fakta Menarik
-
Argentina tidak melepaskan satu pun tembakan pada babak pertama, menjadi catatan terburuk dalam sejarah final Piala Dunia modern.
-
Hingga 90 menit waktu normal berakhir, Argentina tidak memiliki satu pun tembakan tepat sasaran. Satu-satunya percobaan tembakan baru tercipta menjelang akhir babak tambahan dan tetap tidak mengarah ke gawang.
-
Emiliano Martínez tampil luar biasa dengan 12 penyelamatan, membuat Argentina mampu bertahan hingga babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya kebobolan pada menit ke-106.
-
Argentina mengakhiri laga dengan enam kartu kuning dan satu kartu merah untuk Enzo Fernández, mencerminkan tingginya intensitas duel dalam upaya menghentikan dominasi Spanyol.
-
Spanyol mengangkat trofi Piala Dunia kedua dalam sejarahnya sekaligus menjadi tim pertama yang memegang gelar juara dunia putra dan putri secara bersamaan.














