Data BPS: Pengangguran Sulsel Menurun, Tapi Partisipasi Angkatan Kerja Ikut Turun

Kantor Badan Pusat Statistik Sulsel
menitindonesia, MAKASSAR — Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Selatan turun menjadi 4,66 persen pada Mei 2026. Namun, penurunan pengangguran itu datang bersamaan dengan menyusutnya jumlah angkatan kerja dan penduduk yang bekerja.
Berdasarkan data kondisi ketenagakerjaan Sulsel yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 tercatat 4,96 juta orang. Angka ini berkurang 40,07 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Jumlah penduduk yang bekerja juga ikut turun. Pada Mei 2026, sebanyak 4,72 juta orang tercatat bekerja atau berkurang 23,80 ribu orang dibandingkan periode sebelumnya.
Di tengah penurunan tersebut, TPT Sulsel justru membaik. Angka pengangguran turun menjadi 4,66 persen atau berkurang 0,29 persen poin dibandingkan Februari 2026.
Namun, penurunan TPT tersebut perlu dilihat bersamaan dengan perubahan jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja. Sebab, jumlah orang yang masuk dalam pasar kerja maupun mereka yang bekerja sama-sama mengalami penurunan.

BACA JUGA:
BPS: Pengangguran Indonesia Turun Jadi 4,65 Persen, Jumlah Pekerja Bertambah 522 Ribu Orang

Gambaran serupa terlihat pada Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Pada Mei 2026, TPAK Sulsel berada di angka 66,83 persen, turun 0,76 persen poin dibandingkan Februari 2026.
Pertanian Masih Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di Sulsel.
Sektor tersebut menyerap sekitar 38,33 persen dari total penduduk yang bekerja pada Mei 2026.
Sementara itu, terdapat perkembangan positif dari sisi pekerja formal. Jumlah pekerja formal mencapai 1,76 juta orang atau sekitar 37,36 persen dari total penduduk bekerja.
Proporsi pekerja formal tersebut meningkat 0,48 persen poin dibandingkan Februari 2026.
Meski demikian, indikator kualitas dan intensitas pekerjaan masih menunjukkan tantangan.
Tingkat setengah pengangguran tercatat 6,29 persen atau naik 0,12 persen poin dibandingkan Februari 2026.
Pada saat yang sama, proporsi pekerja penuh waktu justru mengalami penurunan. Pekerja penuh waktu tercatat sebesar 61,15 persen, turun 1,34 persen poin dibandingkan Februari 2026.
Data ketenagakerjaan Mei 2026 menunjukkan kondisi pasar kerja Sulsel yang tidak bergerak dalam satu arah.
Di satu sisi, TPT turun dan proporsi pekerja formal meningkat. Namun di sisi lain, jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja mengalami penurunan. Begitu pula dengan TPAK dan proporsi pekerja penuh waktu.
Penurunan jumlah angkatan kerja sebesar 40,07 ribu orang menjadi salah satu perubahan paling mencolok dalam kondisi ketenagakerjaan Sulsel pada Mei 2026.
Sementara itu, penurunan TPT sebesar 0,29 persen poin tidak cukup dibaca hanya sebagai berkurangnya jumlah pengangguran. Perubahan tersebut perlu dilihat bersama dengan penyusutan jumlah angkatan kerja dan penduduk yang bekerja.
Dengan demikian, pasar kerja Sulsel pada Mei 2026 menunjukkan adanya perubahan komposisi ketenagakerjaan, mulai dari pekerja formal, pekerja penuh waktu, hingga penduduk yang berada dalam kondisi setengah menganggur.