Ketua TP PKK Kabupaten Maros, Ulfiah Nur Yusuf Chaidir bersama Bupati Maros, Chaidir Syam memotong tumpeng di momen peringatan HKG PKK ke-54 di Grand Mall Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS — Angka stunting di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, berhasil ditekan hingga berada di bawah 10 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Grand Mall Maros, Rabu (23/9/2026).
Penurunan angka stunting itu disebut tak lepas dari keterlibatan aktif Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Maros dalam mengawal kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Ketua TP-PKK Kabupaten Maros, Ulfiah Nur Yusuf Chaidir, mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen PKK dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK, terutama melalui transformasi Posyandu Era Baru.
“PKK berada di garis terdepan dalam mendukung lahirnya Posyandu Era Baru. Fokus kita tidak hanya pada layanan kesehatan rutin, tetapi juga memperluas fungsi Posyandu untuk melayani berbagai kebutuhan sosial masyarakat secara terpadu,” ujar Ulfiah.
Menurutnya, transformasi Posyandu membuat pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berfokus pada persoalan kesehatan, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kebutuhan warga.
Rangkaian peringatan HKG PKK ke-54 juga diisi dengan Lomba Desa dan Kelurahan yang melibatkan perwakilan dari 14 kecamatan se-Kabupaten Maros.
Penilaian dilakukan terhadap sejumlah aspek, mulai dari administrasi, program Dasawisma, Hatinya PKK, hingga integrasi Posyandu dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, akhirnya keluar sebagai juara umum setelah melewati proses penilaian tersebut.
Ulfiah mengatakan lomba tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi sarana untuk mendorong kader PKK serta pemerintah desa dan kelurahan agar semakin aktif menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
“Lomba ini bukan sekadar kompetisi hias desa, tapi jadi pemicu semangat bagi para kader dan pemerintah desa/kelurahan agar lebih aktif menghidupkan program pemberdayaan warga,” kata Ulfiah.
Tak berhenti pada seremoni dan pemberian penghargaan, rangkaian kegiatan HKG PKK juga diisi dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Bantuan tersebut menyasar kebutuhan ekonomi dan pendidikan warga. PKK menyalurkan bantuan modal kerja berupa mesin jahit dan gerobak usaha, serta Alat Permainan Edukatif (APE) untuk PAUD yang membutuhkan, termasuk di wilayah Kecamatan Bontoa.
Bupati Maros, A.S. Chaidir Syam, mengapresiasi langkah konkret yang dilakukan kader PKK tersebut.
Menurut Chaidir, kader PKK memiliki posisi penting karena bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat paling bawah.
“Dari penurunan stunting, penguatan literasi, hingga transformasi Posyandu, peran kader PKK sangat terasa di lapisan masyarakat paling bawah. Peran aktif inilah yang menjaga roda pembangunan Maros tetap bergerak inklusif,” ujar Chaidir.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, PKK dan masyarakat terus diperkuat agar berbagai program pemberdayaan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi warga Kabupaten Maros.