Tim SAR Gabungan mengevakuasi sejumlah pendaki dari Gunung Bawakaraeng. (ist)
menitindonesia, GOWA – Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), dipadati ribuan pendaki saat momen HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Hingga Senin (17/8/2026) sore, tercatat 3.786 pendaki melakukan registrasi untuk merayakan momentum kemerdekaan di kawasan pegunungan tersebut.
Di tengah padatnya pendaki, tim SAR gabungan juga harus bekerja ekstra. Sebanyak 16 pendaki telah ditangani dan dievakuasi karena mengalami berbagai gangguan kesehatan selama berada di Gunung Bawakaraeng.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan ribuan pendaki tersebut masuk melalui sejumlah jalur pendakian.
“Data sampai sore ini total ada 3.786 pendaki yang melakukan registrasi. Rinciannya melalui Bulu Balea 2.033 orang, Tassoso 1.081 orang, Kanreapia 422 orang, dan Lembanna 250 orang,” ujar Arif kepada wartawan.
Dari jumlah tersebut, sejumlah pendaki mengalami kendala fisik dan gangguan kesehatan sehingga membutuhkan pertolongan tim SAR gabungan.
“Tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap pendaki yang mengalami trouble. Sampai sore ini ada 16 orang yang sudah ditangani,” ungkapnya.
Mayoritas pendaki yang membutuhkan pertolongan mengalami hipotermia, cedera kaki hingga kelelahan fisik akibat kondisi di jalur pendakian.
“Sebagian besar korban dilaporkan menderita gejala hipotermia akibat suhu dingin ekstrem, cedera pada kaki, serta kelelahan fisik yang berat,” jelas Arif.
Jumlah pendaki yang dievakuasi tersebut meningkat dua kali lipat dibanding data pada Senin pagi. Sebelumnya, tim SAR mencatat delapan pendaki telah dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Angka ini meningkat dibanding penanganan pada Senin pagi yang sebelumnya mengevakuasi delapan pendaki dalam kondisi selamat ke Posko Registrasi Bulu Balea,” katanya.
Proses evakuasi hingga Senin sore masih dilakukan secara bertahap. Pendaki yang berhasil dievakuasi langsung mendapat pemeriksaan dan penanganan medis di posko darurat.
“Penanganan medis langsung diberikan di posko darurat sebelum beberapa di antaranya dirujuk ke faskes terdekat seperti Puskesmas Tinggi Moncong,” beber Arif.
Sebelumnya, delapan pendaki pertama dievakuasi tim SAR gabungan pada Senin sekitar pukul 06.30 Wita. Mereka terdiri atas dua laki-laki dan enam perempuan.
“Kedelapan pendaki tersebut mengalami kondisi berbeda, antara lain hipotermia, asma, keram paha, hingga gejala tifus,” ungkap Arif.
Dengan jumlah pendaki yang mencapai ribuan orang, tim SAR gabungan masih terus melakukan pemantauan di sejumlah jalur dan titik pendakian untuk mengantisipasi adanya pendaki lain yang mengalami masalah kesehatan maupun kondisi darurat.