Dewan Pendidikan Maros menggelar Road Show untuk untuk memperkuat kapasitas komite sekolah. (ist)
menitindonesia, MAROS – Dewan Pendidikan Kabupaten Maros turun langsung ke 14 kecamatan untuk memperkuat kapasitas komite sekolah. Lebih dari 100 komite sekolah, kepala sekolah, dan pengawas mengikuti workshop yang digelar di tiga wilayah Kabupaten Maros.
Program tersebut menjadi salah satu program unggulan Dewan Pendidikan Maros dalam mendorong komite sekolah lebih memahami tugas dan fungsinya serta mampu bersinergi dengan sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Kegiatan dibagi dalam tiga wilayah. Wilayah utara yang meliputi Kecamatan Bantimurung, Simbang, Cenrana, Camba dan Mallawa dipusatkan di Kantor Kecamatan Cenrana.
Wilayah tengah meliputi Kecamatan Turikale, Maros Baru, Lau dan Bontoa yang dipusatkan di Kecamatan Turikale.
Sementara wilayah selatan yang mencakup Kecamatan Mandai, Marusu, Tanralili, Moncongloe dan Tompo Bulu dipusatkan di Kecamatan Mandai.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapat pembekalan terkait Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 yang mengatur peran dan fungsi Komite Sekolah.
Materi lainnya meliputi penyusunan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), penyusunan program kerja bersama sekolah, mekanisme pertanggungjawaban, hingga tata cara melibatkan orang tua siswa dalam peningkatan mutu pendidikan.
Ketua Dewan Pendidikan Maros, Dr Nurjaya, mengatakan peningkatan kapasitas komite sekolah menjadi program penting karena keberadaan komite tidak hanya berkaitan dengan partisipasi orang tua siswa.
“Jika Komite Sekolah kuat, kami yakin sekolah akan mudah mencapai tujuannya. Komite sekolah memiliki peran yang bisa melibatkan banyak stakeholder pendidikan bahu membahu mewujudkan program sekolah, bukan hanya partisipasi orang tua tapi juga masyarakat di sekitar sekolah, alumni, dunia usaha dan dunia industri, serta potensi jaringan Komite Sekolah,” terang Nurjaya.
Menurutnya, komite sekolah yang memiliki kapasitas memadai dapat menjadi penghubung antara sekolah dengan berbagai unsur masyarakat untuk mendukung program dan peningkatan kualitas pendidikan.
Penanggung jawab wilayah, Andi Masjihad, mengatakan workshop tersebut memiliki dua target utama.
Pertama, seluruh komite sekolah di Maros diharapkan memiliki AD/ART sebagai landasan organisasi. Kedua, komite sekolah ditargetkan mampu bersinergi dengan sekolah dalam merumuskan program kerja.
Masjihad menilai penguasaan dua hal tersebut akan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di lingkungan komite sekolah.
Dengan begitu, komite sekolah diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu berperan aktif bersama kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros, Andi Wandi Putra Patabai, mengapresiasi program yang digelar Dewan Pendidikan tersebut.
Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bentuk sinergi antara Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan dalam memperkuat sektor pendidikan dari sisi yang berbeda.
“Apa yang dilakukan oleh Dewan Pendidikan ini adalah bentuk sinergi antara Dewan Pendidikan dan Dinas Pendidikan. Kami konsen pada sektor teknis kependidikan mulai dari infrastruktur pendidikan, guru, siswa dan kurikulum, sementara Dewan Pendidikan pada sektor pelibatan masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.
Menurut Andi Wandi, dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Karena itu, ia menilai penguatan komite sekolah perlu berjalan seiring dengan program teknis Dinas Pendidikan.
“Ini wujud kerja sama yang luar biasa, saling mendukung, saling memberikan support,” katanya.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros juga berencana mengumpulkan seluruh ketua komite sekolah se-Kabupaten Maros untuk memberikan pembekalan.
Pembekalan tersebut akan menekankan pentingnya sinergi antara sekolah dan komite, sebagaimana sinergi yang dibangun antara Dinas Pendidikan dan Dewan Pendidikan Maros.