Anggota DPRD Maros, Arie Anugrah saat menjadi pembicara di acara diskusi di salah satu Warkop di Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS – Anggota DPRD Kabupaten Maros dari Partai Amanat Nasional (PAN), Arie Anugrah, mendorong generasi muda untuk aktif bergabung dan berperan dalam partai politik. Menurutnya, keterlibatan anak muda penting agar aspirasi dan kepentingan generasi muda dapat diperjuangkan secara langsung di lembaga legislatif.
Arie yang juga menjabat sebagai Bendahara DPD KNPI Maros menegaskan, politik tidak seharusnya dijauhi oleh anak muda. Ia menilai partai politik merupakan wadah strategis untuk memperjuangkan gagasan, ide, serta perubahan.
“Kepentingan anak muda harus terus kita bawa ke ruang parlemen. Itu hanya bisa terjadi kalau anak muda mau terlibat langsung di partai politik,” ujar Arie.
Hal tersebut disampaikan Arie dalam dialog publik yang mengangkat wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD. Tema tersebut dinilai penting untuk dibahas secara terbuka agar masyarakat, khususnya generasi muda, memahami implikasi demokrasi dari setiap kebijakan politik yang diwacanakan.
Dialog publik ini diselenggarakan oleh DPD KNPI Maros bekerja sama dengan Saoraja Institut sebagai ruang edukasi dan diskusi politik bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, narasumber lainnya, Dr. Lukman Irwan, Dosen Universitas Hasanuddin, mengajak anak muda untuk aktif mengawal wacana pilkada melalui jalur konstitusional. Ia menekankan pentingnya membangun opini publik yang kuat dan terorganisir.
“Pengawalan bisa dilakukan melalui berbagai cara konstitusional, termasuk di Mahkamah Konstitusi. Itu bagian dari partisipasi demokrasi,” kata Lukman.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Maros, Jumaedi, menegaskan bahwa penyelenggara pemilu hanya menjalankan regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat sesuai peraturan perundang-undangan.
“KPUD pada prinsipnya melaksanakan aturan. Apa pun regulasi yang ditetapkan pemerintah pusat, itu yang akan kami jalankan,” ujarnya.
Diskusi ini dipantik oleh Ketua KNPI Maros, Chaerul Syahab, bersama Direktur Saoraja Institut, Amul Hikmah Budiman. Keduanya menilai dialog publik penting sebagai ruang pertukaran gagasan sekaligus penguatan peran pemuda dalam demokrasi.
Dialog publik berlangsung interaktif dan diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan organisasi kepemudaan (OKP) se-Kabupaten Maros. Para peserta turut menyampaikan pandangan, kritik, dan masukan terkait wacana pilkada dan peran pemuda dalam demokrasi.
Kegiatan tersebut digelar di Warkop Berkah, Kabupaten Maros, Minggu (11/1/2026). Melalui dialog ini, diharapkan kesadaran politik generasi muda semakin meningkat dan mendorong keterlibatan aktif dalam mengawal kebijakan publik di daerah.