Dinkes Maros Sidak Takjil di Pasar Tramo, 43 Sampel Diuji

menitindonesia, MAROS – Dinas Kesehatan Kabupaten Maros menggelar inspeksi mendadak (sidak) pengawasan bahan kimia berbahaya di Pasar Tradisional Modern (Tramo) Maros, Rabu (4/2/2026).
Sidak tersebut menyasar jajanan takjil yang ramai diburu warga selama Ramadan. Petugas terlihat mendatangi satu per satu lapak pedagang untuk mengambil sampel makanan dan minuman.
Beberapa jenis makanan yang diperiksa di antaranya cendol, kolang-kaling, cincau, ikan kering hingga kue kering berwarna mencolok. Setiap sampel diberi label khusus sebelum diuji di mobil laboratorium yang terparkir di depan pasar.
Kepala Dinas Kesehatan Maros, Muhammad Yunus, mengungkapkan total ada 43 sampel yang diperiksa dalam sidak tersebut.
“Alhamdulillah hari ini kita memeriksa sebanyak 43 sampel. Ini terkait pengawet dan pewarna,” ujarnya kepada wartawan.
Dari jumlah itu, 24 sampel telah diperiksa langsung di lokasi menggunakan mobil laboratorium.
“Yang sudah diperiksa, hasilnya negatif. Hasilnya bisa langsung kita lihat hari ini,” jelasnya.
Yunus menerangkan, ada dua fokus utama dalam pemeriksaan, yakni kandungan pewarna dan bahan pengawet berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin.
“Yang kita periksa itu seperti formalin, boraks, rhodamin. Ini membahayakan bagi kesehatan. Jadi ada dua hal besar, pewarna dan pengawet,” tegasnya.
Menurutnya, jajanan dengan warna terlalu mencolok menjadi prioritas pemeriksaan karena berpotensi mengandung zat pewarna berbahaya.
Terkait informasi adanya pedagang cendol yang menggunakan kapur dalam proses pembuatan, Yunus memastikan penggunaannya masih dalam batas aman.
“Iya, kadang ada yang pakai kapur, tapi masih batas normal. Kalau masih batas normal tidak masalah. Hasilnya juga negatif, artinya tidak membahayakan,” katanya.
Mantan Kepala Puskesmas Bantimurung itu menegaskan, pihaknya akan melakukan pembinaan hingga pelaporan ke instansi terkait jika ditemukan pelanggaran.
“Kalau ada yang kedapatan, pasti kita lakukan pembinaan dan tindak lanjut. Ruginya juga ke penjual sendiri karena masyarakat tidak akan membeli,” tegasnya.
Tak hanya di Pasar Tramo, pemeriksaan juga dilakukan serentak di seluruh pasar di Kabupaten Maros. Sebanyak 14 Puskesmas telah diminta melakukan pengawasan di wilayah kerja masing-masing.
“Satu minggu sebelum kegiatan ini, kita sudah sampaikan ke 14 Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan di wilayahnya. Jadi bukan hanya di sini,” tambahnya.
Sejauh ini, hasil pemeriksaan di sejumlah titik pasar masih menunjukkan hasil negatif atau aman dari bahan berbahaya.
Salah seorang pedagang cendol dan cincau di Pasar Tramo, Santi, memastikan dagangannya aman tanpa bahan pengawet.
“Tidak pakai pengawet karena dibuat per hari. Biasanya habis satu ember,” ujarnya.
Ia mengaku sengaja membeli cincau dan cendol dalam jumlah terbatas agar tetap segar dan tidak basi meski tidak seluruhnya terjual.
“Cincau juga beli terbatas supaya tidak basi walaupun tidak habis,” katanya.