PKB Sulsel Saring 84 Kandidat Ketua DPC, Penentuan di Tangan DPP

Ilustrasi perebutan ketua DPC
menitindonesia, MAKASSAR – Sebanyak 84 bakal calon (bacalon) Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Sulawesi Selatan mulai menjalani Uji Kepatutan dan Kelayakan (UKK), Kamis (23/4/2026).
Ujian digelar di Hotel Maxone sebagai bagian dari proses seleksi kepemimpinan tingkat kabupaten/kota usai pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) pada 8–20 April lalu.
Sekretaris PKB Sulsel, Muhammad Haekal, mengatakan para peserta merupakan hasil penjaringan dari 19 DPC. Namun, satu daerah yakni Palopo belum ikut karena Muscab ditunda.
“Ada sekitar 84 orang yang ikut UKK hari ini, kecuali Palopo,” kata Haekal, Rabu (22/4).
Ia menjelaskan, proses seleksi dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama berupa psikotest yang menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar (UNM). Tes ini bertujuan mengukur kesiapan mental dan karakter kepemimpinan para kandidat.

BACA JUGA:
Wawan Mattaliu: Ada Wakil Kepala Daerah Daftar Ketua DPC PKB

Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti tahap kedua berupa wawancara mendalam yang dijadwalkan pada 29 April di Kantor DPW PKB Sulsel.
“Ini untuk memastikan calon ketua DPC benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan loyalitas terhadap partai,” jelasnya.
Meski demikian, Haekal menegaskan pihak DPW hanya bertindak sebagai fasilitator. Seluruh kewenangan penilaian hingga penetapan akhir berada di Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
“Apakah ada yang gugur atau tidak, itu sepenuhnya kewenangan DPP. Kami hanya memfasilitasi prosesnya,” tegasnya.
Proses UKK ini menjadi tahapan krusial dalam menentukan figur yang akan memimpin DPC PKB di daerah. Para kandidat diharapkan mampu memperkuat struktur partai sekaligus menghadapi agenda politik ke depan.
Adapun puluhan kandidat berasal dari berbagai daerah di Sulsel, mulai dari Luwu Raya, Ajatappareng, hingga wilayah pesisir dan kepulauan seperti Selayar.
Dengan seleksi berlapis ini, PKB menargetkan lahirnya pemimpin daerah yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga memiliki visi dan kapasitas dalam menggerakkan mesin partai di tingkat akar rumput.