Bupati Maros, Chaidir Syam membuka turnamen pickball yang digelar oleh IKA UNM Maros. (ist)
menitindonesia, MAROS — Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Makassar (IKA UNM) Maros menggelar turnamen Pickleball antar tenaga pendidik dan kependidikan se-Kabupaten Maros di Lapangan Taman Turikale, 5 hingga 8 Mei 2026.
Turnamen olahraga yang tengah populer tersebut diikuti puluhan peserta dari kalangan guru, tenaga kependidikan, hingga kategori umum.
Ketua IKA UNM Maros, Chaerul Syahab, mengatakan kegiatan itu sengaja digelar untuk memeriahkan Hardiknas sekaligus memperkenalkan olahraga pickleball kepada masyarakat luas, khususnya insan pendidikan.
“Turnamen Pickleball ini dalam rangka Hardiknas. Kami sengaja mengajak para tenaga pendidik karena selain menjadi ajang silaturahmi, ini juga sekaligus sosialisasi olahraga baru yang saat ini mulai berkembang,” ujar Chaerul, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, sebanyak 32 pasangan putra dan 8 pasangan putri dari kalangan tenaga pendidik dan kependidikan ikut ambil bagian dalam turnamen tersebut. Sementara untuk kategori umum diikuti 16 pasangan peserta.
Menurut Chaerul, antusiasme peserta cukup tinggi meski pickleball tergolong olahraga baru di Maros.
“Responsnya sangat positif. Banyak peserta baru pertama kali mencoba, tapi ternyata mereka langsung tertarik karena olahraga ini seru, mudah dimainkan, dan bisa menjadi sarana menjaga kebugaran,” katanya.
Sekretaris KONI Maros itu berharap pickleball dapat berkembang menjadi salah satu cabang olahraga favorit di Maros, terutama di lingkungan sekolah dan komunitas masyarakat.
“Kami ingin olahraga ini semakin dikenal. Ke depan mudah-mudahan bisa masuk ke sekolah-sekolah dan rutin dipertandingkan,” tambahnya.
Pembukaan turnamen turut dihadiri Bupati Maros Chaidir Syam, Ketua DPRD Maros Gemilang Pagessa, serta Kapolres Maros Douglas Mehendrajaya.
Dalam sambutannya, Chaidir Syam mengapresiasi inisiatif IKA UNM Maros yang menghadirkan kegiatan positif bagi tenaga pendidik melalui olahraga.
Menurutnya, momentum Hardiknas tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga menjaga kesehatan dan memperkuat kebersamaan antar tenaga pendidik.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena selain mempererat silaturahmi, juga mendorong pola hidup sehat di kalangan guru dan tenaga kependidikan,” ujar Chaidir.
Ia menilai pickleball memiliki potensi berkembang karena dapat dimainkan berbagai kalangan usia.
“Olahraga ini menarik karena tidak terlalu berat, tapi tetap kompetitif dan menyenangkan. Saya kira ini bisa berkembang pesat di Maros,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Maros, Gemilang Pagessa, menilai turnamen tersebut menjadi bukti bahwa dunia pendidikan juga bisa menjadi motor penggerak aktivitas olahraga dan pembinaan generasi muda.
“Guru bukan hanya mendidik di ruang kelas, tapi juga bisa menjadi contoh dalam membangun budaya hidup sehat dan sportif,” ujar Gemilang.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin tahunan di Kabupaten Maros.
“Kalau kegiatan seperti ini rutin dilakukan, tentu akan berdampak baik terhadap kesehatan, kebersamaan, dan semangat positif di lingkungan pendidikan,” tambahnya.
Turnamen Pickleball Hardiknas 2026 itu memperebutkan total hadiah sebesar Rp10 juta dan dijadwalkan berlangsung hingga 8 Mei mendatang.