Appi Minta Da’i Makassar Tak Sekadar Ceramah, Harus Jadi Pemberi Solusi di Tengah Masyarakat

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Da'i Sulawesi Selatan (IKDA Sulsel) Cabang Makassar. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa keberadaan dai yang kompeten, berintegritas, dan memiliki pemahaman agama yang kuat menjadi kebutuhan penting di tengah berbagai tantangan sosial yang berkembang di era digital saat ini.
Pesan itu disampaikan Munafri saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Da’i Sulawesi Selatan (IKDA Sulsel) Cabang Makassar di Whiz Prime Hotel Hasanuddin, Makassar, Minggu (21/6/2026).
Menurut Munafri, peran dai saat ini tidak hanya sebatas menyampaikan ceramah keagamaan, tetapi juga menjadi figur yang mampu memberikan pencerahan, edukasi, dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kehadiran dai di tengah masyarakat memiliki pengaruh yang sangat besar. Apa yang mereka sampaikan sering kali menjadi rujukan masyarakat dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan,” kata Munafri.
Wali kota yang akrab disapa Appi itu menilai tingginya tingkat kepercayaan masyarakat kepada para dai harus diimbangi dengan kapasitas keilmuan yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA:
Sambut 49 Delegasi Dunia, Pemkot Makassar Sterilkan Kawasan Losari hingga CPI

Karena itu, menurutnya, seorang dai tidak cukup hanya memiliki kemampuan berbicara di depan publik. Mereka juga harus terus memperbarui wawasan, memperdalam ilmu agama, serta mampu menghadirkan dakwah yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kompetensi dan kualitas keilmuan seorang dai harus benar-benar diperhatikan. Apa yang disampaikan kepada masyarakat harus berdasarkan ilmu yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Appi berharap IKDA Sulsel Cabang Makassar dapat menjadi wadah penguatan kapasitas dai melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi profesi, serta pengembangan wawasan keilmuan yang berkelanjutan.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial yang muncul di tengah masyarakat sering kali dipicu oleh kurangnya pemahaman dan informasi yang tepat. Di sinilah peran dai dibutuhkan untuk menghadirkan solusi sekaligus menenangkan masyarakat.
“Saya berharap organisasi ini mampu menjaga kualitas, konsistensi, dan eksistensi para dai melalui pembaruan ilmu pengetahuan yang terus mengikuti perkembangan zaman,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Appi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana memperluas jangkauan dakwah.
Ia menilai perkembangan teknologi seharusnya tidak dipandang sebagai tantangan, melainkan peluang bagi para dai untuk mengakses referensi yang kredibel dan menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara lebih luas.
“Hari ini kita berada di era digitalisasi. Ini bukan penghalang, tetapi peluang untuk meningkatkan kualitas dakwah. Gunakan teknologi untuk memperkaya sumber ilmu yang akan disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Mantan CEO PSM Makassar itu juga mengingatkan bahwa peran dai tidak berhenti sebagai penceramah. Dai merupakan teladan yang memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter masyarakat.
Karena itu, menurutnya, para dai harus mampu menjaga marwah profesinya sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat.
“Dai bukan hanya juru ceramah. Dai adalah simbol dan panutan di tengah masyarakat. Kehadirannya harus mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegas Appi.
Pada kesempatan yang sama, Munafri kembali mendorong optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.
Menurutnya, masjid tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga harus berfungsi sebagai pusat pendidikan, pembinaan sosial, dan penyelesaian berbagai persoalan kemasyarakatan.
“Masjid harus menjadi episentrum penyelesaian persoalan masyarakat dan mampu memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya. Di sinilah peran aktif dai dan imam masjid sangat dibutuhkan,” katanya.
Appi menegaskan Pemerintah Kota Makassar siap berkolaborasi dengan IKDA Sulsel dalam menyusun berbagai program peningkatan kapasitas dai guna menghadirkan dakwah yang mencerahkan, memperkuat persatuan umat, dan meningkatkan kualitas kehidupan sosial masyarakat.
“Pemerintah Kota Makassar akan terus memberikan dukungan agar para dai dapat menjadi mitra strategis dalam membangun masyarakat yang religius, cerdas, dan harmonis,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IKDA Sulsel Cabang Makassar Dedi Gunawan Saputra menegaskan komitmen organisasinya untuk melahirkan dai profesional yang mampu menjawab tantangan dakwah di era modern.
Dengan mengusung tagline “Dakwah Beradab, Makassar Bermartabat”, IKDA berfokus pada penguatan kapasitas keagamaan, literasi digital, pemberdayaan ekonomi, serta penguatan peran sosial kemasyarakatan para dai.
“Kami ingin menghadirkan dai yang tidak hanya memiliki pemahaman agama yang baik, tetapi juga unggul dalam literasi digital dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara solutif,” kata Dedi.
Ia menjelaskan, IKDA Makassar akan menjalankan berbagai program peningkatan kapasitas dai, mulai dari pelatihan, workshop, sertifikasi kompetensi hingga program pembinaan dai muda untuk menyiapkan regenerasi dakwah yang berkelanjutan.
Menurut Dedi, tantangan dakwah saat ini menuntut pendekatan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar ajaran Islam.
“Kami percaya penguatan dakwah tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen agar mampu membangun masyarakat yang religius, berdaya, dan bermartabat,” pungkasnya.