Sekda Sulsel Dorong Jamkrida Naik Kelas, Percepat Transformasi dan Perluas Akses Pembiayaan UMKM

Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 PT Jamkrida Sulsel di Hotel Ibis Styles Makassar, Senin (29/6/2026).
menitindonesia, MAKASSAR – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mendorong PT Jamkrida Sulsel untuk mempercepat transformasi kelembagaan dan memperkuat perannya sebagai motor penggerak akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Selatan.
Hal itu disampaikan Jufri saat membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 PT Jamkrida Sulsel di Hotel Ibis Styles Makassar, Senin (29/6/2026).
Dalam forum tersebut, Jufri menegaskan bahwa PT Jamkrida Sulsel memegang peran strategis sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di sektor penjaminan. Kehadiran perusahaan ini dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM dan koperasi yang selama ini terkendala persoalan agunan.
“Perusahaan penjaminan ini dibentuk sebagai bagian dari infrastruktur ekonomi daerah untuk membantu mengatasi keterbatasan agunan, memperluas akses pembiayaan, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja baru di Sulawesi Selatan,” kata Jufri.

BACA JUGA:
Pemprov Sulsel Kebut Proyek Rekonstruksi Jalan Lingkar Unhas Senilai Rp7,5 Miliar

Ia menjelaskan, PT Jamkrida Sulsel yang berdiri berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2012 memiliki mandat untuk menjembatani kebutuhan pembiayaan UMKM dan koperasi yang layak secara usaha, namun belum memenuhi persyaratan perbankan dalam hal jaminan atau agunan.
Karena itu, menurutnya, penguatan kapasitas perusahaan menjadi kebutuhan mendesak agar Jamkrida mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin dinamis sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Dalam RUPS tersebut, para pemegang saham membahas sejumlah agenda penting, mulai dari laporan pertanggungjawaban Tahun Buku 2025 hingga penetapan Kantor Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan Tahun Buku 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.
Tak hanya itu, percepatan pembentukan Unit Usaha Syariah juga menjadi salah satu agenda strategis yang mendapat perhatian khusus. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas layanan penjaminan berbasis syariah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha yang menggunakan skema pembiayaan sesuai prinsip syariah.
Jufri juga menyoroti sejumlah pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan perusahaan. Mulai dari percepatan perubahan status badan hukum menjadi Perseroda, penyusunan regulasi terkait penyertaan modal daerah, hingga pemenuhan ketentuan ekuitas sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11 Tahun 2024.
Menurutnya, langkah-langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk memperkuat daya saing perusahaan, meningkatkan kapasitas penjaminan, serta memastikan Jamkrida Sulsel mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
“Ke depan kita ingin memastikan setiap aset dan potensi kerja sama yang dimiliki Sulawesi Selatan dikelola oleh mitra yang memiliki komitmen kuat dan sejalan dengan visi pembangunan daerah. Jangan sampai ada kerja sama yang justru membebani perusahaan atau tidak memberi kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah,” tegasnya.
Jufri turut mengingatkan jajaran direksi dan seluruh karyawan PT Jamkrida Sulsel agar terus menghadirkan inovasi, memperkuat sinergi internal, serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan roda perusahaan.
Menurutnya, tantangan ekonomi yang semakin kompleks hanya bisa dihadapi melalui tata kelola yang baik, kolaborasi yang solid, serta manajemen yang profesional dan bersih.
“Tantangan ekonomi ke depan tidak mudah. Namun dengan inovasi, sinergi yang kuat, dukungan pemerintah, dan pengelolaan yang profesional, saya optimistis PT Jamkrida Sulsel mampu tumbuh menjadi BUMD yang unggul, sehat, dan kompetitif,” ujarnya.
Ia berharap ke depan portofolio layanan penjaminan PT Jamkrida Sulsel semakin luas sehingga dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan.
“Harapan kita, Jamkrida Sulsel tidak hanya tumbuh sebagai perusahaan yang sehat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.