Taruna Ikrar Bikin Mahasiswa IPB Pecah Tawa: “KKN Biasanya Ketemu Jodoh”, Lalu Ajak Bangun Indonesia Emas dari Desa

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar melepas mahasiswa IPB University peserta KKN Tematik Keamanan Pangan 2026 di Bogor sebagai bagian penguatan budaya keamanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
  • Ratusan mahasiswa IPB University menyambut hangat Kepala BPOM RI Taruna Ikrar. Di balik candaan soal jodoh, tersimpan pesan besar tentang keamanan pangan, pemberdayaan UMKM, dan masa depan Indonesia.
menitindonesia, BOGOR — Suasana Lapangan Telaga Inspirasi IPB University, Dramaga, Bogor, Sabtu (4/7/2026), berubah menjadi penuh kehangatan ketika Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar, melepas 503 mahasiswa IPB University peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan 2026.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Taruna tidak hanya berbicara mengenai keamanan pangan dan pembangunan bangsa. Ia juga membawa para peserta bernostalgia dengan pengalaman pribadinya saat menjalani KKN puluhan tahun silam.
BACA JUGA:
Taruna Ikrar Bentangkan Jalan Menuju Era Stem Cell, Dari Laboratorium hingga Menyelamatkan Nyawa
Dengan gaya khas yang komunikatif, Taruna mengenang masa-masa pengabdian mahasiswa di desa. Menurutnya, KKN merupakan ruang pembelajaran yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Bahkan, sambil tersenyum ia melontarkan candaan yang langsung disambut gelak tawa para mahasiswa.
“Biasanya, kalau KKN juga banyak yang ketemu jodohnya,” ucap Taruna, disambut tepuk tangan dan sorak antusias mahasiswa.
Momen itu mencairkan suasana. Ratusan mahasiswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka menyambut hangat kedatangan Taruna Ikrar beserta jajaran BPOM RI, bahkan banyak yang mengabadikan momen tersebut melalui telepon genggam.
Namun, di balik candaan itu, Taruna menitipkan pesan yang jauh lebih besar. Menurutnya, mahasiswa merupakan generasi yang akan menentukan kualitas Indonesia pada masa depan. Karena itu, ilmu pengetahuan harus hadir sebagai solusi atas persoalan nyata di tengah masyarakat.
Ia menegaskan, keamanan pangan bukan hanya urusan kesehatan, melainkan investasi strategis untuk membangun sumber daya manusia unggul, memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan daya saing UMKM, hingga mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Melalui KKN Tematik Keamanan Pangan, mahasiswa akan menjadi fasilitator keamanan pangan, memberikan edukasi kepada masyarakat, mendampingi UMKM pangan, memperkuat Desa Pangan Aman, hingga membangun budaya pangan aman yang berkelanjutan.

Picsart 26 07 05 01 27 50 947 e1783189796394

Dari Kampus Menggerakkan Desa

Usai pelepasan KKN, antusiasme mahasiswa tidak surut. Ratusan peserta kembali memenuhi auditorium IPB University untuk mengikuti kuliah umum Taruna Ikrar bertajuk “Sinergi Kampus dan BPOM: Mahasiswa sebagai Agen Penggerak Keamanan Pangan dan Pendamping UMKM.”
Dalam paparannya, Taruna menjelaskan bahwa Indonesia tengah memasuki bonus demografi dengan sekitar 68,8 persen penduduk berada pada usia produktif. Peluang besar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila masyarakat memiliki akses terhadap pangan yang aman dan berkualitas.
BACA JUGA:
Chaidir Syam Resmi Pimpin Dekopinda Maros, Dorong Koperasi Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
Ia mengungkapkan, penyakit akibat pangan tidak aman masih menyebabkan kerugian ekonomi Indonesia yang diperkirakan mencapai Rp64,8 triliun hingga Rp226,3 triliun setiap tahun. Karena itu, keamanan pangan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan masyarakat.
Taruna juga menekankan bahwa BPOM kini terus memperkuat kolaborasi melalui pendekatan Academia, Business, Government (ABG). Kampus diposisikan sebagai pusat inovasi, mahasiswa menjadi agen perubahan, pelaku usaha membangun kepatuhan, sedangkan BPOM hadir sebagai regulator sekaligus mitra pembinaan UMKM.
Program KKN Tematik Keamanan Pangan 2026 menjadi salah satu implementasi nyata kolaborasi tersebut. Sebanyak 503 mahasiswa dari IPB University, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Mataram diterjunkan ke 49 desa untuk mendampingi sekitar 490 pelaku UMKM pangan, meningkatkan literasi keamanan pangan masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem Desa Pangan Aman.
Taruna berharap pengalaman di lapangan akan membentuk mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
“Keamanan pangan tidak dapat diwujudkan oleh regulator semata. Ketika kampus melahirkan inovasi, mahasiswa menggerakkan perubahan, UMKM membangun kepatuhan, dan BPOM menghadirkan pembinaan, saat itulah kita sedang membangun fondasi Indonesia Emas 2045,” tegas Taruna Ikrar di hadapan ratusan mahasiswa yang memenuhi auditorium IPB University