Selebrasi Tim Nasional Inggris usai berhasil meraih peringkat ketiga di ajang Piala Dunia 2026. (ist)
menitindonesia, JAKARTA — Perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 berubah menjadi panggung adu strategi dua pelatih top Eropa. Thomas Tuchel keluar sebagai pemenang setelah membawa Inggris menaklukkan Prancis 6-4 dalam laga dramatis yang menghadirkan 10 gol di Hard Rock Stadium, Sabtu (18/7) waktu setempat.
Laga ini menjadi bukti bagaimana perubahan pendekatan Tuchel mampu membalik kritik yang menghampirinya usai kekalahan dari Argentina di semifinal. Berbeda dengan permainan yang cenderung hati-hati di empat besar, Inggris tampil jauh lebih agresif sejak menit awal dengan pressing tinggi, transisi cepat, dan eksploitasi ruang di belakang lini pertahanan Prancis.
Strategi tersebut langsung membuahkan hasil. Inggris sudah unggul empat gol di babak pertama melalui Declan Rice, Ezri Konsa, serta dua gol Bukayo Saka. Prancis yang tampil dengan garis pertahanan tinggi kesulitan mengantisipasi serangan langsung Inggris yang berkali-kali memanfaatkan ruang di sisi sayap.
Memasuki babak kedua, Didier Deschamps merespons dengan meningkatkan intensitas serangan dan memainkan pola yang lebih ofensif. Pergeseran posisi Michael Olise sebagai kreator serangan membuat Prancis lebih hidup, sementara Kylian Mbappé mendapat ruang lebih besar untuk menyerang area pertahanan Inggris.
Perubahan itu nyaris mengubah jalannya pertandingan. Mbappé mencetak dua gol, Bradley Barcola menambah satu gol, dan Prancis sempat memangkas ketertinggalan menjadi 4-3 sehingga tekanan beralih ke kubu Inggris.
Melihat momentum mulai berpindah, Tuchel kembali melakukan penyesuaian. Inggris menurunkan tempo permainan, memperkuat lini tengah, dan memanfaatkan serangan balik cepat. Hasilnya, Bukayo Saka menyempurnakan penampilannya lewat gol penalti sekaligus mencatat hattrick sebelum Jude Bellingham memastikan kemenangan lewat gol pada masa injury time. Ousmane Dembélé sempat memperkecil skor, tetapi tak mampu menghindarkan Prancis dari kekalahan 4-6.
Selain memastikan Inggris finis di posisi ketiga, pertandingan ini juga menghadirkan sejumlah catatan menarik. Bukayo Saka menjadi bintang lapangan lewat tiga gol yang dicetaknya, sedangkan Jude Bellingham menutup turnamen dengan koleksi tujuh gol. Di kubu Prancis, Mbappé mencetak dua gol yang membawanya menembus torehan 10 gol sepanjang turnamen sekaligus mengukir rekor baru dalam sejarah Piala Dunia.
Secara statistik, pertandingan berlangsung sangat terbuka. Inggris tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang sejak awal pertandingan, sementara Prancis mendominasi fase kedua laga melalui peningkatan intensitas serangan dan kreativitas di lini depan. Duel ini juga menjadi pertandingan dengan jumlah gol terbanyak sepanjang Piala Dunia 2026.
Kemenangan tersebut menjadi penutup manis bagi perjalanan Inggris di Piala Dunia 2026. Bagi Tuchel, hasil ini menjadi jawaban atas kritik terhadap pendekatan taktisnya di semifinal. Sebaliknya, kekalahan ini menjadi akhir perjalanan Didier Deschamps bersama Prancis setelah bertahun-tahun membangun salah satu tim paling kompetitif di sepak bola dunia.