Pemprov Sulsel Bangun Jalan dan Irigasi di Toraja Utara, Total Anggaran Tembus Rp67,3 Miliar

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman saat melakukan ground breaking pembangunan rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Balombong di Lembang Bori' Lombongan, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara. (ist)
menitindonesia, TORAJA UTARA – Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman memulai pembangunan ruas jalan strategis Rantepao–Pangala–Baruppu–Batas Provinsi Sulawesi Barat di Kabupaten Toraja Utara, Sabtu (25/7/2026).
Proyek senilai Rp42,7 miliar itu diharapkan menjadi solusi bagi ruas jalan yang selama ini rawan longsor dan menyulitkan mobilitas warga.
Ground breaking proyek tersebut dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, serta Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi.
Pembangunan ruas jalan itu merupakan bagian dari Paket 6 Multiyears Project (MYP) dengan total anggaran mencapai Rp239 miliar.
Khusus di Toraja Utara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengalokasikan Rp42,7 miliar untuk penanganan empat ruas jalan strategis, yakni Tedong Bonga–Buntao–Batas Kabupaten Luwu, Rantepao–Sa’dan–Batas Kabupaten Luwu, Batas Kabupaten Tana Toraja (Madandan)–Alang Alang–Rantepao, serta Rantepao–Pangala–Baruppu–Batas Provinsi Sulawesi Barat.

BACA JUGA:
Hari Jadi Toraja Utara ke-18, Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp10 Miliar

Andi Sudirman mengatakan pembangunan ruas tersebut menjadi salah satu proyek yang paling dinantikan masyarakat karena kondisi jalannya cukup berat dan kerap terdampak longsor.

“Saya berharap dukungan masyarakat. Ini adalah pekerjaan jalan yang dinantikan karena kondisi jalan yang cukup ekstrem dan sering longsor,” kata Andi Sudirman.

Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kita doakan semoga sukses dan lancar,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut akan meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Toraja Utara dan wilayah sekitarnya.
Irigasi Balombong Direhabilitasi, Target Layanan Naik dari 16 Persen Jadi 80 Persen
Selain memulai pembangunan jalan, Andi Sudirman juga melakukan ground breaking rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Balombong di Lembang Bori’ Lombongan, Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara.
Proyek tersebut merupakan bagian dari Paket 4 Multiyears Project (MYP) Rehabilitasi Daerah Irigasi yang mencakup delapan daerah irigasi di Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur dengan total anggaran Rp120 miliar.
Untuk DI Balombong, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp24,6 miliar.
Andi Sudirman menjelaskan rehabilitasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi irigasi yang saat ini hanya mampu melayani sekitar 16 persen dari kapasitas desain.

“Ini desainnya 1.040 hektare, tapi sekarang kapasitasnya cuma 16 persen. Kita akan tingkatkan menjadi 80 persen, sehingga sekitar 800 hektare bisa teririgasi kembali,” jelasnya.

Setelah rehabilitasi selesai, DI Balombong ditargetkan menjadi irigasi teknis yang mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian. Dengan kapasitas layanan yang lebih besar, lahan pertanian di kawasan tersebut diharapkan dapat ditanami hingga dua kali dalam setahun.

“Di sini akan menjadi irigasi teknis dan bisa dua kali setahun panen dengan kapasitas yang lebih luas,” katanya.

Andi Sudirman meminta dukungan masyarakat agar pembangunan jalan maupun rehabilitasi irigasi dapat berjalan tanpa hambatan dan selesai tepat waktu.
Ia berharap kedua proyek strategis tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat sektor pertanian, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan di Sulawesi Selatan.