Dr Isradi Zainal Sarankan Erick Thohir Rangkul Aktifis ProDem

Dr. Ir. Isradi Zainal, MT - Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Balikpapan

Raport tata kelolah BUMN, tergolong merah. Isradi Zainal menyarankan agar Menteri Erick merangkul aktifis Pro Demokrasi, dan ajak mereka diskusi, secara terbuka.

menitindonesia.com, JAKARTA – Presiden Jokowi, Senin (12/7/2020) di Istana Negara, mengatakan bahwa dirinya ogah mendengar laporan menteri-menterinya. Jokowi ingin mendengar hasil dari pekerjaan para pembantunya.

“Saya harapkan nanti yang disampaikan bukan laporan, apa yang harus kita kerjakan, problem lapangannya apa, dan pendek-pendek saja,”kata Jokowi.

Akhir-akhir ini, Menteri BUMN Erick Thohir, oleh sejumlah kalangan, dianggap terlalu banyak mengumbar program yang tidak menyelesaikan akar masalah. Direktur Said Aqil Siroj Institute, M. Imdadun Rahmat menilai, bahwa raport tata kelolah Kementerian BUMN tergolong merah. Dia mengaku prihatin dengan temuan pelanggaran berjumlah besar di Kementerian BUMN.

Mantan Ketua Komnas HAM ini juga menegaskan, dalam situasi krisis akibat pandemi Covid-19, kebijakan Menteri BUMN yang mengangkat komisaris di berbagai BUMN, berseberangan semangat pidato Presiden. “Erick tidak memiliki sense of crisis terkait adanya fenomena rangkap jabatan di BUMN,” ujar aktifis penggiat demokrasi dan HAM itu.

Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Balikpapan, Dr.Ir. Isradi Zainal, MT, menyarankan ke Erick Thohir agar merangkul aktifis Pro Demokrasi (ProDem). Mantan Aktifis Mahasiswa Unhas ini, menilai, saran dan kritikan yang selama ini gencar ditujukan kepada Menteri Erick, dianggap sebagai masukan yang ingin melihat BUMN tertata dengan baik.

Selain carut marutnya penempatan kursi Komisaris di sejumlah BUMN, juga sering disoal oleh Aktifis 98, adalah hutang BUMN yang mencapai Rp 5.600 Triliun, jumlah itu dinilai lebih besar dari hutang Malaysia. Isradi Zainal – yang juga Koordinator wilayah Persatuan Insinyur Indonesia Kalimantan – itu, meminta agar Erick Thohir menjelaskan secara terbuka kritikan yang dilontarkan penggiat demokrasi itu.

“Sebaiknya Erick Thohir tidak mengabaikan ini. Ajak para aktifis berdialog secara terbuka. Nanti dalam dialog, akan ditemukan solusi-solusi yang tepat. Kalau Erick Thohir mengabaikan kritik, itu justru merugikan kementerian BUMN,” ujar mantan Ketua Maperwa Universitas Hasanuddin, Makassar itu. (tim-nabila)

 


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini