Tak Pernah Menyinggung NH, Muchtar Juma: Beliau Tokoh Yang Saya Hormati

Muchtar Juma - Bersama Danny Pomanto

Desas-desus pernyataan Muchtar Juma (MJ) menyebut Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, HAM Nurdin Halid (NH) baper, diklarifikasi MJ, bahwa pernyataannya itu bukan ditujukan kepada NH dan Partai Golkar. Pun MJ meminta maaf jika ada yang menafsirkannya keliru.

menitindonesia.com, MAKASSAR – Pasca terlontarnya pernyataan yang memantik kemarahan kader Partai Golkar, karena pernyataan “baper” pasca Danny Pomanto (DP) meninggalkan paket yang direkomendasikan Partai Golkar, DP-Zunnun, Ketua OKK DPD Partai Nasdem Kota Makassar, Muchtar Juma, SH, MH, MBA, mengklarifikasi kepada menitindonesia.com.

Menurut Politisi yang berlatar belakan advocat ini, dia tidak bermaksud menyerempet nama Nurdin Halid sebagai tokoh nasional yang juga kebanggaan Sulawesi Selatan. “Saya hanya menyampaikan sikap politik Partai Nasdem yang akal all out memenangkan paket DP-Fatma. Paket ini telah direstui oleh DPP Nasdem,” ujar pria berkumis tebal itu.

Sebelumnya, MJ mengatakan, bahwa selaku Ketua OKK Partai Nasdem Makassar, dia menginstruksikan agar seluruh Kader Nasdem bersatu di Pilkada Kota Makassar ini. Ketika ditanya, adanya kritikan bertubi-tubi terhadap video rapat virtual NH dengan DP yang bocor.

Dalam video viral itu, DP membuat pernyataan yang melecehkan Pimpinan Partai Nasdem Sulsel, menyebut RMS (Rusdi Masse, red) dan Syahruddin Alrif sebagai orang yang emosional, tinggi hati dan sok kuasa. Bahkan DP juga, dengan gamblang menyatakan dirinya sebenarnya menunggu momen untuk meninggalkan Nasdem.

Beriring eskalasi politik, DP kemudian menjilat ludah kembali, dengan mencampakkan rekomendasi Golkar yang telah memaketkannya dengan Andi Zunnun sebagai bakal calon wakil walikota, pendampingnya. Pria asal Gorontalo itu, memilih berpasangan dengan Fatmawati Rusdi, istri Ketua DPW Nasdem – sebelumnya, oleh DP, RMS dianggapnya orang yang emosional, tinggi hati dan sok kuasa.

Di menitindonesia.com, Muchtar Juma yang juga Alumni Lemhanas RI Angkatan ke 17 itu, menanggapi kritik atas kontroversi DP meninggalkan koalisi Partai Golkar. “Kalau berpolitik, jangan mudah baper, ini dinamika, politik itu elastis, setiap saat bisa berubah,” ujar MJ yang juga mantan Legislator Kota Makassar itu.

Salah satu pengurus Partai Golkar Sulawesi Selatan yang juga dikenal sebagai kerabat Nurdin Halid, H. Nasran Mone, meminta agar MJ hati-hati kalau bicara. Nasran – yang biasa dipanggil Cak Mon itu, menyarankan agar MJ tidak mencampuri urusan Partai Golkar. “MJ fokus saja urusi dinamika internal Partai Nasdem yang telah dilecehkan oleh DP, jangan campur internal partai kami,” tulis Cak Mon di Group WhatsApp “Accarita Ki”.

Begitulah. MJ akhirnya melakukan klarifikasi, bahwa pernyataannya tidak bermaksud melecehkan Nurdin Halid dan Partai Golkar. Bahkan MJ mengakui, jika Nurdin Halid adalah tokoh nasional yang dia hormati. “Saya tidak bermaksud menyebut NH baper, jika ada yang menafsirkan pernyataan saya, maka saya tentu meminta maaf kepada NH dan Partai Golkar. Mari kita berpolitik secara sehat,” kata MJ.



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini