Unhas Jadi Klaster Covid-19, Dekan, Dosen dan Guru Besar Terpapar

Dosen Unhas Melakukan Rapid Test Massih, di Unhas, kemarin (10/7/2020).
Universitas Hasanuddin, Makassar, harus siaga satu Covid-19. Enam Dekan, Guru Besar dan Dosen terkonfirmasi positif – terpapar virus corona. “Aneh kalau banyak guru besar Unhas yang terpapar Covid, padahal mereka tahu itu bahaya, kenapa tidak bisa menghindari,” kata Prof Dr. Amran Razak, SE, M.Sc. 
menitindonesia, MAKASSAR – Setelah Dekan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Prof Dr. Farida Patittingi, SH, M.Hum, mengumumkan dirinya terkonfirmasi Covid-19, kemarin (12/7/2020), muncul klaster baru sebaran Covid-19 di Makassar, yakni klaster “Guru Besar” Universitas Hasanuddin (Unhas).
Beberapa pejabat di Unhas dinyatakan positif terpapar Covid-19. Saat ini mereka menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Salah satunya, “Dekan Fakultas Kedokteran, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran, dan beberapa guru besar dan dosen yang diketahui positif COVID-19, informasi yang kita dapatkan mereka saat ini sudah melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing,” ujar Humas Unhas Ishaq Rahman saat dikonfirmasi.
Pejabat Unhas yang dinyatakan positif COVID-19 yakni Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unhas Prof Dr Budu dan Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas Drg Muhammad Ruslin. Selain itu, Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Dr Firdaus Hamid beserta beberapa guru besar dan dosen Unhas juga dinyatakan positif.
Setelah ditelusuri, Dekan Fakultas Pertanian Prof Dr Ir. Baharuddin, Dekan Fakultas Farmasi Subehan, PhD, dan Dekan FISIP Prof Dr Armin, MSi, juga terkonfirmasi Covid-19. Khusus untuk Dekan FISIP Prof Armin, masih menunggu hasil SWAB-nya.
Jika ditilik dari aktifitas para dekan dan guru besar ini, mereka termasuk golongan masyarakat yang memahami sebaran Covid-19, dan termasuk orang-orang pintar yang tahu cara menghindari agar tidak terinfeksi. Namun, virus ini sangat misterius, dan tidak pandang bulu.
Prof Dr. Amran Razak, SE, M.Sc _ Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin
Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, Prof Dr. Amran Razak, SE, M.Sc, mengatakan bahwa sampai hari ini, laporan World Food Programme (WFP) organisasi di bawah koordinasi PBB, masih menunjukan 80% lebih, covid-19 menyerang orang-orang pintar dan orang-orang kaya saja.
“Dlihat dari income status, pejabat Unhas telah tergolong berpenghasilan lumayan, apalagi profesor dengan berbagai tunjangan. Jadi aneh, karena mereka memiliki literasi kesehatan yang amat tinggi, tapi koq bisa reaktif, positif covid. Aktifitas mereka pun sebenarnya terukur, kecuali aktifitas di luar kampus,” ujar mantan PR III Unhas itu.
Professor yang dikenal sebagai dedengkot Demonstran Unhas era Tahun 80-an itu, menyarankan agar para dosen, guru besar dan dekan yang terpapar Covid-19, mencontoh langkah yang dilakukan Prof Dr. Farida, mengumumkan ke publik jika mereka terkonfirmasi Covid-19, agar bisa dilakukan tracking terhadap kontak yang dilakukan sepekan ini.
“Sekarang,Covid-19 telah bertengger di pekarangan, mengintip di jendela kamar, menunggu di kamar kerja, menemani kita makan, menyertai kita di kampus. Ia tak lagi menyeramkan. Mungkin ia menerima bersahabat. Sekarang kita doakan agar para guru besar, dosen dan guru besar yang terpapar, agar disembuhkan?” ujar Amran Razak.
Terkait kasus positif COVID-19 di Unhas yang dialami dekan, sejumlah dosen dan guru besar, menurut Humas Unhas Ishaq Rahman, bahwa Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, mengeluarkan kebijakan pada para pegawainya untuk memaksimalkan pekerjaannya dari rumah, terkecuali ada pekerjaan yang hanya bisa diselesaikan di kantor.
“Saat ini memang perkuliahan di Unhas libur, yang ada layanan administrasi dan proses ujian masuk, Ibu Rektor meminta pekerjaan yang dapat diselesaikan di rumah terus dimaksimalkan, kecuali pekerjaan yang harus diselesaikan di kantor, tapi harus dengan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Ishaq. (tim-nabila)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini