Merapat ke Supriansa, Bupati Golkar Siap Amankan Diskresi Ketua Umum

Supariansa bersama Airlangga Hartarto - mendapatkan hak istimewa Diskresi Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Amankan Diskresi – Dukungan untuk mengamankan Diskresi Ketua Umum Airlangga ke Supriansa, mulai deras mengalir, ada yang diam-diam, ada yang terang-terangan. Pesan tersirat di balik Diskresi Ketua Umum DPP Partai Golkar, dicernah sebagai “karpet merah” bagi Supri.

menitindonesia.com, MAKASSAR – Usai mengembalikan formulir pendaftaran ke Sekretariat Golkar Sulsel, Jalan Botolempangan, Makassar, Selasa (20/7) kemarin, sejumlah kepala daerah asal partai beringin mulai merapat ke Supriansa – setelah Diskresi dari Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto, resmi diunggah.

Surat istimewa mantan aktivis mahasiswa ini, diterima untuk maju dan menjadi Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulsel. Selain secara tersurat merekomendasikan agar Supriansa  mengikuti tahapan pencalonan, juga terkandung pesan tersirat, agar usulan Calon DPP ini, mendapat dukungan pemilik suara di Musda X Partai Golkar Sulsel.

Informasi yang dihimpun menyebutkan jika sejumlah Bupati dan Ketua DPD II Partai Golkar menemui Supriansa di Hotel Novotel, Makassar, Selasa 21 Juli 2020, malam. Pasca keluarnya diskresi Ketua Umum Airlangga Hartarto, ketua-ketua DPD II yang awalnya mendukung calon lain kini, mulai diam-diam mengalihkan dukungan ke Supriansa.

Salah satu Ketua DPD II Partai Golkar yang sedang berada di luar kota yang belum sempat hadir, menyampaikan pesan bahwa, dengan adanya Diskresi Ketua Umum, maka sesuai preseden yang ada seperti di Sulbar baru-baru ini, Musda yang diselenggarakan, memutuskan secara aklamasi Calon Diskresi untuk memimpin Golkar Lima Tahun ke depan.

Kepala Daerah dari Golkar yang hadir di Hotel Novotel, masing-masing Bupati Bone, Andi Fashar Padjalangi, Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak, Bupati Enrekang, Muslimin Bando dan Bupati Jeneponto, Iksan Iskandar. Di area lobby hotel, juga ada legislator Golkar DPRD Sulsel, Rahman Pina.

Dikonfirmasi ketika hendak meninggalkan Novotel, Rahman Pina ogah berkomentar terkait kehadiran sejumlah kepala daerah menemui Supriansa. Ia pun membantah hadir dalam pertemuan itu. Kehadiran mantan anggota DPRD Makassar di Novotel itu untuk urusan lain.

“Sebagai kader bertemu kader biasa saja. Apalagi Pak Supriansa sudah mendapat diskresi Ketua Umum, tentu kewajiban semua kader mengamankan itu,” ujarnya singkat lalu bergegas meninggalkan area hotel.

Sedangkan Andi Kaswadi Razak yang juga adalah Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng itu, bilang bahwa pemilik suara di Musda X Partai Golkar Sulsel, sedianya memahami pesan dari Rekomendasi Ketum itu. Ia berharap, agar proses Musda berjalan lancar dan bisa dilakukan penetapan ketua terpilih nanti dilakukan secara aklamasi.

“Kami terus menggencarkan lobby agar pemilik suara di Musda menerima Diskresi Ketua Umum. Kita harus loyal dengan keputusan Diskresi ini demi kejayaan Golkar ke depan,” lanjut Andi Kaswadi. “Karena Ketum mengeluarkan Diskresi tentu sudah mempertimbangkan secara matang banyak hal,” ujar Andi Kaswadi. (nabila)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini