Pelan-pelan, Demokrat Akan Umumkan Jagoannya di Pilwalkot Makassar

Ni'matullah Erbe - Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan

Pelan tapi pasti Partai Demokrat akan mengumumkan jagoannya di Pilwalkot Makassar 2020 nanti. Yang telah mengikuti fit and proper test, lalu berpotensi diusung. Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono masih mempelajari rekam jejak bakal calon. Demokrat tak mau membeli kucing dalam karung. 

Laporan: Nabila

menitindonesia.com, MAKASSAR – Partai Demokrat yang mengontrol Enam Kursi di DPRD Kota Makassar, tidak terburu-buru mengumumkan siapa bakal calon walikota dan wakil walikota yang akan diusung di Pilwali Kota Makassar yang akan digelar 9 Desember 2020, nanti.

Partai yang didirikan oleh SBY ini, konsisten melakukan mekanisme partai melalui proses penjaringan, fit and proper test dan mempertimbangkan hasil survei internal yang dilakukan secara profesional dan terukur.

Bakal Calon Wali Kota Makassar yang telah mengikuti fit and proper test, masing-masing: Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto, Syamsu Rizal alias Deng Ical, Munafri Arifuddin alias Appi, dan Irman Yasin Limpo alias None.

Menurut salah satu Pengurus Demokrat Sulsel, Japry Timbo, semua calon yang mengikuti tahapan penjaringan tersebut, telah diserahkan ke DPP, dan memiliki peluang yang sama.

Mengenai pengumuman calon yang mendapatkan rekomendasi B1 KWK, Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, H. Ni’matullah, SE, Ak, bilang akan diumumkan paling cepat akhir bulan Juli nanti. “Kepastiannya, siapa kandidat yang kami usung di Pilwalkot Makassar, paling cepat diumumkan akhir bulan ini. Tunggu saja, karena masih digodok di DPP,” ujar Wakil Ketua DPRD Sulsel itu, kemarin, Senin (20/7).

Demikian juga halnya,  11 daerah lainnya yang menggelar Pilkada di Sulawesi Selatan, Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin ini, bilang rekomendasinya akan  diserahkan sekitar bulan Agustus. “Mungkin sekitar tanggal 8 Agustus,” kata Ullah – sapaan Nimatullah.

Untuk Pilwalkot Makassar, Lanjut Ullah, partainya tak ingin terburu-buru memutuskan siapa yang akan diusung. Alasannya ada dua, “Pertama, kandidat yang maju memiliki elektabilitas dan popularitas yang sama. Kedua, beberapa partai masih “goyang” dalam menentukan pilihan,” ujar Ullah, menambahkan, “Jangan sampe partai kami menjadi korban,” katanya.

Ni’matullah – yang juga sering dipanggil KB (Ketua Besar) di internal Partai Demokrat Sulsel itu – mengatakan bahwa Partai Demokrat selalu konsisten dalam mengusung calon di Pilkada. “Kalau sudah memutuskan calon yang diusung, sulit lagi untuk mengubah keputusan itu, sekalipun akhirnya kami menjadi pejuang yang sendirian,” ujar mantan Pimpinan Senat Mahasiswa Universitas Hasanuddin itu. (nabila)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini