Kasus OTT Diknas Sidrap, Prof Ilmar Minta Kadis Yang Jadi Tersangka Agar Dinonatifkan Sementara

Hajar - Kerabat dekat Ahmad, ASN asal Sidrap yang kena OTT.

Kasus Diknas SidrapTersangka kasus OTT Diknas Sidrap, Syahrul Syam disarankan agar segera dinontifkan sementara dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan, selama kasusnya masih on proses. Adanya oknum menemui tersangka, juga disoal oleh Hajar, kerabat Ahmad. 

menitindonesia.com, MAKASSAR – MY atau Dn hari Minggu siang (1/8), kemarin, bertandang ke tahanan Polda Sulsel, menemui Syahrul, tersangka kasus OTT Diknas Sidrap.

“Ini cerita Ahmad ipar saya yang baru saja saya jenguk rutin, tadi pagi di tahanan Mapolda. Dn di hari Minggu kemarin, datang bersama rombongan yang seluruhnya adalah staf Pak Syahrul, Kadis Diknas yang juga teman-teman Ahmad di kantor Diknas Sidrap,” ungkap Hajar pada wartawan yang menemuinya di kantin Polda.

Kedatangan Dn ke Tananan Polda khusus menemui tersangka utama Syahrul Syam. Hajar, bilang, selain meminta Kadis Diknas Sidrap Syahrul Syam, untuk menandatangani sejumlah dokumen proyek DAK tahun ini di Diknas Sidrap, Dn juga menyempatkan meminta bantuan Syahrul Syam untuk meminta barang bukti berupa kuitansi yang ada atau dipegang Ahmad untuk diberikan kepadanya.

Ahmad iparnya, menurut Hajar, langsung menolak permintaan Dn, karena kuitansi-kuitansi dan sejumlah barang bukti lainnya, akan Ahmad buka satu persatu di publik Sidrap dan akan dibuka di persidangan nantinya.

Menurut Hajar lagi, Ahmad yang satu sel tahanan dengan Syahrul di lantai 3 Tahanan Polda Sulsel, tidak keluar atau ikut turun bersama Syahrul menemui Dn dan kawan-kawan sekantornya. “Pak Syahrul melarangnya, dengan mengatakan Ahmad tidak usah turun, karena saya yang bertanggungjawab,” tambah Hajar mengutip omongan Syahrul Syam ke Ahmad saat melarang yang sudah siap turun menemui Dn dan kawan-kawan sekantor Ahmad yang menyertai Dn.

Setelah selama 1 jam lebih menemui Dn, di lobi pertemuan terpidana rutan Mapolda Sulsel, Syahrul kembali ke selnya dan langsung menyampaikan permintaan Dn ke Ahmad, tetapi Ahmad menolaknya mentah-mentah karena Ahmad tidak mau jadi tumbal kasus ini.

Pengamat Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin, Prof Ilmar Aminudin yang dimintai tanggapan via hpnya, menilai langkah Dn bersama staf Diknas, menemui Syahrul Syam di Rutan Mapolda Sulsel dan meminta Syahrul menandatangani dokumen proyek DAK atau dana alokasi khusus, sebagai langkah berani, karena yang menanda tangani saat itu, bukan lagi Syahrul Kepala Diknas, tetapi Syahrul terpidana kasus korupsi, atau berstatus tahanan Polda Sulsel karena kasus korupsi.

Tetapi kata Prof Ilmar, itu kesalahan-kesalahan Dn.  Bupati Sidrap, H Dollah Mando, seharusnya begitu Kadisnya berstatus tersangka, Bupati Dollah Mando langsung buat tim pemeriksa yang anggotanya terdiri dari orang Inspektorat dan orang BKD Sidrap untuk memeriksa Syahrul Syam dan membuat BAP hasil pemeriksaan Kadis itu untuk diserahkan ke Bupati, untuk jadi pertimbangan Bupati menyikapi status tersangka aparatnya.

Kalau BAP Syahrul Syam mengatakan ditemukan keselahan fatal sehingga disemakkannya status tersangka, maka wajib Bupati memutasi atau menonjobkan Syahrul Syam sampai ada ketetapan hukum yang tetap dari pengadilan.

“Tetapi kalau itu tidak dilakukan dan terjadi seperti sekarang. Maka dokumen atau proyek yang dijalankan karena kebijakan atau tanda tangan Syahrul di saat statusnya tersangka, bahkan sudah jadi tahanan kasus pidana korupsi. Maka dokumen dan proyek itu, akan jadi masalah nantinya, baik oleh Pemkab maupun oleh lembaga seperti BPK dan lainnya,” tutur Prof Ilmar

Pengamat Hukum Unhas ini, berpesan agar Kadis Diknas Syahrul Syam, untuk sementara di nonatifkan hingga kasusnya selesai. (Moel)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini