Diserang Fitnah dan Hoaks, Fatma Rebut Simpati Warga

Diserang hoaks, Fatmawati Rusdi tetap fokus sosialisasi. Ia ogah menanggapi, karena tujuan utamanya bukan berdebat kusir tapi mau memenangkan Pilkada Makassar. (Foto: TimDP-Ftm)
Abaikan hoaks, fokus sosialisasi – Meskipun terus menerus diserang, Fatma tetap menyambut kritikan dengan senyum dan tetap rendah hati. “Tak ada gunanya berdebat, karena berdebat hanya kebiasaan orang yang sedang putus asa,” kata Fatma.
menitindonesia, MAKASSAR – Semakin tinggi pohon, maka akan semakin kencang angin menerpanya. Begitulah yang dialami pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma). Semakin tinggi surveinya, semakin banyak masalah menerpanya. Apalagi, sisah sebulan lagi pencoblosan digelar.
Tuduhan dan hoak, alih-alih datang bertubi-tubi menerpa pasangan nomor urut 1 itu. Pasca Herman Heizer merilis survei yang mengunggulkan ADAMA (akronim Danny-Fatma) berada pada posisi puncak. Namun, baik Danny maupun Fatma menanggapi dengan santun dan mengimbau pendukung untuk tetap menahan diri.
Saat kampanye tatap muka Fatma di Kecamatan Manggala, Minggu (18/10/2020), kemarin. Fatma dalam interaksi langsung dengan warga dan tokoh masyarakat menyampaikan bahwa Pilkada Makassar 2020 adalah pesta seluruh masyarakat Kota Makassar.
“Jadi mari ki semua jadikan Pilkada Makassar ini aman dan damai. Kedepankan demokrasi santun sesuai karakter Sulsel, yaitu sipakatau, sipakainge’, sipakalebbi,” ucap Anggota DPR RI periode 2014-2019 ini.
Kepada relawan, simpatisan dan pendukung, Fatma mengimbau agar tetap fokus dalam gerakan pemenangan dan memberikan edukasi politik kepada masyarakat Kota Makassar.
“Saya sampaikan kepada bapak-ibu, fokus ki kabarkan bukti yang telah diberikan Pak Danny saat menjadi wali kota Makassar. Fokuski juga sebarkan program strategis Pak Danny bersama saya,” ajak Fatma.
Sikap Fatma itu mendapat pujian dari tokoh masyarakat setempat. Bagi mereka, pemimpin memang sejatinya bersikap tenang dan selalu mengedepankan kesantunan.
“Itu adalah hal baik yang ditunjukkan Bu Fatma. Itu bentuk kedewasaan dalam berpolitik,” ujar Andi Firdaus, salah satu tokoh masyarakat setempat.
Firdaus memuji Fatma sebagai sosok yang berjiwa besar. “Usia bisa muda, tetapi pikiran dan wawasan bisa lebih maju. Itu karena emosi dan kekuatan intelektualnya bagus. Bu Fatma patut dijadikan sebagai figur,” tuturnya.
Hal yang tidak mengherankan menurut Firdaus, karena Fatma telah banyak mendapat pengalaman di berbagai bidang.
“Digembleng dari berbagai pengalaman, baik saat masih di Kabupaten Sidrap maupun duduk di kursi Anggota DPR RI periode 2014-2019. Selain itu, pengalamannya di dunia bisnis tentu membuatnya banyak dipertemukan dengan berbagai macam situasi,” bebernya.
Diberitakan, berbagai macam fitnah mengarah kepada ADAMA’ (akronim Danny-Fatma) pasca rilis survei Celebes Research Center (CRC). Rilis itu menampilkan pasangan nomor urut 1 ungguh jauh dari kandidat lain. Hal itu seperti membuat pihak tertentu “kebakaran janggut” dan memunculkan tudingan bahwa ADAMA’ melakukan money politics alias politik uang. Padahal tudingan itu terkesan direkayasa dan dipaksakan. (muh rifai-rls)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini