Calon Ketua Golkar Maros Alot Meski Belum Jelas, Anwar Abdullah: Nanti Akan Aklamasi

Plt Ketua Golkar Maros Rahman Pina, didampingi Plt Sekretaris Golkar Maros, Anwar Abdullah. (Foto: indra_menit)
Belum ada arahan – Sudah santer figur bakal calon Ketua Golkar Maros merayu pemilik suara di Musda, para pimpinan kecamatan dengan berbagai cara, untuk mendapatkan surat dukungan. Namun ajang Musda masih mengambang. “Panitia masih menunggu arahan, belum ada jadwal,” kata Amirullah Karim.
menitindonesia, MAROS – Dinamika internal Golkar makin seru. Beberapa nama top di Maros santer dielus-elus sebagai calon ketua Golkar Maros. Belakangan tiga nama top bakal bertarung merayu pimpinan kecamatan partai besutan Airlangga Hartarto itu.
Tiga nama yang dijagokan bertarung di Musda, masing-masing Ketua DPRD Maros HA Patarai Amir, Wakil Bupati Maros terpilih Hj Suhartina Bohari dan putra bungsu mantan Bupati Maros HA Nadjamuddin Aminullah, Andi Ilham Nadjamuddin. Ketiganya, memiliki kans yang sama: tergantung petunjuk.
Namun, pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar tingkat Kabupaten itu, belum kelar. Jadwal pelaksanaannya  belum bisa dipastikan. Panitia Musda yang telah dibentuk oleh Plt Ketua Golkar Maros, Rahman Pina, juga belum menjalankan tahapan Musda.
“Kami masih menunggu petunjuk dari DPD I Sulsel,” kata Amirullah Karim, Ketua Panitia Musda, Minggu (24/1/2021), siang.
Saat ditanyai soal kesiapannya menyelenggarakan Musda, Amirullah bilang, panitia belum membuka pendaftaran calon dan belum ada arahan serta jadwal dari pihak DPD I Sulsel. Namun, kata Amir, pihak panitia sudah siap melaksanakan semua tahapan jika sudah ada arahan dari atas.
“Jadwalnya belum ada. Kami masih menunggu arahan dari DPD I. Pendaftaran bakal calon ketua juga belum kami buka karena sampai sekarang belum ada arahan,” ungkap Amirullah.
Meski belum resmi membuka pendaftaran calon ketua, Amir menyebut, ada dua tokoh dari luar partai yang mau menjadi Ketua Golkar Maros, yakni Suhartina Bohari dan Ilham Nadjamuddin.
Amir mengatakan, dari segi aturan, Suhartina dan Ilham tidak memenuhi syarat konstitusi Golkar untuk menjadi ketua. .
“Jika mereka mau lolos dari persyaratan, Amir menyarankan agar Suhartina dan Ilham mengurus diskresi yang diteken Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekljen Golkar Lodewijk F Paulus, dibantu oleh Ketua DPD I Golkar Sulsel Taupan Pawe untuk mendapatkan diskresi,” ujar Amirullah.
Selanjutnya, Amirullah juga memperkenalkan tiga kader internal Golkar yang berpotensi memimpin Golkar Maros mendatang, yakni petahana Patarai Amir, Tajerimin Nur dan Anwar Abdullah.
Diketahui, meskipun tercatat sebagai kader, Anwar Abdullah, juga punya kendala, karena dia pernah pindah partai. Belakangan Anwar kembali lagi ke Golkar. Jadi menurut konstitusi Golkar, Anwar juga harus mendapatkan diskresi kalau berminat menjadi Ketua Golkar Maros.
Sedangkan Tajerimin, kata Amir, juga belum cukup 5 tahun menjadi kader Golkar. Aturannya, minimal lima tahun pernah menjadi pengurus harian, jadi Tajerimin  juga harus mengurus diskresi kalau berminat.
“Hanya calon petahana saja, yakni Patara Amir saja yang tidak memerlukan diskresi,” ungkap Amir.
Sementara itu, Plt Sekretaris Golkar Maros, Anwar Abdullah mengatakan, bahwa hasil akhir dari dinamika Musda Golkar Maros, diharapkan happy ending seperti Musda Golkar Sulsel, beberapa waktu lalu.
Anwar memastikan, semua yang berminat menjadi ketua, baik dari internal, maupun kader partai lain (calon eksternal), semua memiliki peluang yang sama.
“Siapapun terpilih nanti, seluruh kader Golkar di Maros akan tetap solid dan loyal kepada ketua yang dihasilkan oleh Musda. Kalau dinamikanya seru, sejak didirikan puluhan tahun lalu, Golkar sudah dikenal dengan dinamika politiknya dan itu yang membuat kader Golkar matang dalam berpolitik,” terangnya. (Indra Jaya Pratama)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini