Marak Penipuan Pinjaman Online, Caranya Cari Korban di Sosmed, Minta Pin WA dan Foto Korban

Jika ada yang sesuai ciri-ciri penipuan di bawah ini, capture nomor yang dipakai menghubungi Anda, laporkan ke Polisi Cyber untuk dilacak dan ditangkap, supaya tidak menimbulkan banyak korban penipuan.

Laporan: A. Ainun Dwiyanti

menitindonesia, MAKASSAR – Hati-hati jika Anda menemukan tawaran pinjaman online di sosial media (Sosmed). Meski diberikan kemudahan, namun pinjaman online yang marak di Sosmed sangat berisiko modus penipuan. Faktanya, cukup banyak kasus yang mengatasnamakan lembaga peminjaman uang yang lantas berakhir dengan penipuan.
Salah satu modus, contoh kiriman WA ke nomor WA yang telah dikloning.
Penipu meminta no contact WA dan meminta no pin WA untuk dilakukan kloning. Semua kontak di dalam nomor yang dikloning dihubungi dengan modus meminta pulsa, atau meminta agar keluarga atau kerabat dekat calon korban segera membayarkan hutang yang ditagih, dll.
Ciri-ciri modus penipuan pinjaman online, yakni :

Tidak terdaftar di OJK

Penipu yang menawarkan pinjaman melalui online tidak terdaftar di OJK. Kredibilitas dari penyedia layanan pinjaman online yang marak di Sosmed, apakah terdaftar di OJK atau tidak, OJK memiliki daftar khusus.

Biasa menyebut Pinjaman Teman atau Pinjaman Pahlawan 

Jika menemui layanan pinjaman online dengan modus pinjaman pahlawan atau pinjaman teman, harus hati-hati. Apalagi kalau diawali dengan meminta data pribadi dan nomor kontak yang dekat dengan calon korbannya.

Tidak melihat riwayat hutang calon korbannya

Modus penipuan pinjaman online yang tersebar di Sosmed dengan syarat yang sangat mudah atau iming-iming persyaratan pinjaman tidak melihat riwayat hutang, maka dipastikan itu adalah modus penipuan.
Karena kreditur yang resmi selalu melihat dan mengecek riwayat hutang dengan cara mengakses Sistem Informasi Debitur (SID) atau melakukan BI checking. Sedangkan penipu di Sosmed dengan cara menawarkan pinjaman, tidak mensyaratkan BI Checking, tapi hanya meminta foto, KTP, nomor WA dan contact yang ada di WA calon korbannya.
Penipu pinjaman online juga menggunakan nomor yang berganti-ganti, dan kadang menghubunghi kerabat dari kontak WA yang berhasil dikloning, korbannya untuk ditipu dengan segala macam modus, bisa dengan mengancam menagih dengan collector.

Penipu memakai email bodong

Penipu biasa juga menggunakan email tidak resmi. Perhatikan akun email yang digunakan saat follow up pinjaman. Biasanya kreditur resmi akan menghubungi melalui telepon atau mengirimkan email dari perusahaan resmi.
Tapi kalau kreditur bodong, mereka akan mengirim email tidak resmi. Apa sih email resmi itu? Email perusahaan resmi menggunakan alamat email perusahaan yang terdaftar. Tapi kalau kreditur penipu menggunakan alamat email pribadi.

Periksa situs atau web resmi dari lembaga keuangannya

Selain email resmi, pastikan bahwa penyedia pinjaman online memiliki situs resmi. Ini bisa menjadi tips untuk menghindari penipuan pinjaman online. Sebab jika tidak memiliki situs resmi, maka hampir pasti itu adalah penipuan.
Situs resmi ini akan memberikan informasi tentang jenis produk pinjaman, kontak, dan alamat perusahan yang jelas yang bisa dihubungi debiturnya. Dan yang pasti ada bukti perusahaan tersebut terdaftar di OJK.

Penipuan pinjaman online: Meminta PIN

Jangan mau ketika diminta PIN atau password ketika mengajukan pinjaman online. Ingat, PIN atau password (untuk nomor WA dan email Anda) itu hal yang sifatnya pribadi, tidak boleh diberikan kepada siapapun.
Kalau kreditur meminta PIN atau password, sebaiknya segera tinggalkan saja karena itu sudah pasti penipu. Meski kreditur beralasan untuk kelengkapan dana debitur, sudah jelas itu adalah penipuan.

Penipuan pinjaman uang online: Memaksa uang muka

Kalau kreditur meminta sejumlah dana sebagai syarat utama jika mau dana pinjaman cepat cair, sebaiknya urungkan niat untuk memakai jasa peminjaman online tersebut. Sebab itu pasti penipu.
Meski dengan alasan untuk biaya administrasi, sebaiknya ditolak. Karena saat melakukan pinjaman online.
Segera hentikan proses pengajuan pinjaman online, ketika Mom diminta dana hingga 1 jutaan. Ini adalah tanda bahwa pemberi jasa pinjaman online adalah penipu.
Tips, meski kondisi sangat butuh dana dalam waktu cepat, ada baiknya untuk tetap berhati-hati dan menghindari jasa peminjaman online yang ada di Sosmed. Dan perhatikan ciri-ciri penipuan pinjaman online seperti yang sudah disebutkan di atas. (Andi Ainun Dwiyanti)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini