Menkopolhukam Mahfud MD: Saya Kaget, Bicara Saja Dengan Moeldoko Tidak, Apalagi Merestui Kudeta Mas AHY

Ilustrasi Foto Mahfud MD dan Moeldoko. (menit)
Disarankan gabung demokrat – Klaim Moeldoko telah direstui Menkopohukam Mahfud MD, ternyata hanya halusinasinya saja. Mahfud MD, merasa kaget namanya disebut-sebut merestui Moeldoko. “Bicara saja tidak, apalagi merestui,” kata Prof Dr H Mahfud MD, SH, MH.
menitindonesia, JAKARTA – Pernyataan pers Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, yang menyebutkan pihak di lingkaran Presiden Joko Widodo telah merencanakan melakukan kudeta kepengurusan Partai Demokrat. Dan menurut keterangan yang dihimpun, pihak tersebut mengaku telah didukung oleh Presiden Joko Widodo dan beberapa menteri, di antaranya menyebut nama Menkopolhukam, Mahfud MD.
Siapa orang di lingkran Jokowi yang dimaksud AHY, dipertegas oleh Ketua BPP Partai Demokrat, Andi Arif: yang dimaksud orang dekat Presiden tersebut adalah Kepala Staf Presiden, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko.
Tak berselang lama, Moeldoko mengakui, bahwa dirinya memang sering didatangi beberapa tamu di rumahnya, termasuk tamu dari kader Partai Demokrat. Saat bertemu kader Demokrat, kata Moeldoko, mereka hanya curhat-curhatan.
“Gue hanya dengerin saja,” ucap Moeldoko.
Setelah issu kudeta Demokrat ini mencuat, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Kemananan, Mahfud MD mengaku kaget namanya disebut-sebut sebagai pihak yang merestui Moledoko melakukan kudeta Partai Demokrat.
“Di era Demokrasi yang sangat terbuka dan dikontrol oleh masyarakat seperti sekarang ini, sulit dipercaya kepemimpinan partai, apalagi partai besar seperti PD bisa dikudeta seperti itu. Jabatan Menko tentu tak bisa digunakan dan pasti tidak laku untuk memberi restu. Yang penting internal PD sendiri solid,” ujar Mahfud.
Mahfud juga mengaku dikagetkan mendengar beberapa nama menteri, merestui Kepala KSP Moeldoko mengambil alih Partai Demokrat dari kepemimpinan AHY melalui Kongres Luar Biasa.
“Wah, mengagetkan, yakinlah saya tak pernah berbicara itu dengan Pak Moeldoko maupun orang lain. Terpikir saja tidak, apalagi merestui,” kata Mahfud, Selasa (2/2/2021).
Sementara itu, Kepala Staf Presiden, Moeldoko mengakui pernah bertemu dengan sejumlah kader Partai Demokrat beberapa kali di kediamannya. Namun, dia tidak menjelaskan secara detail waktu pertemuan dirinya dengan kader Demokrat terjadi.
“Jadi ceritanya begini, beberapa kali memang banyak tamu yang berdatangan dan saya orang yang terbuka. Saya mantan Panglima TNI, tapi saya tak memberi batas dengan siapapun apalagi di rumah ini, mau datang terbuka 24 jam, siapapun,” kata Moeldoko dalam konferensi pers yang dilakukan secara daring, Senin (1/2) malam, kemarin.
Dia juga meminta, agar isu kudeta Partai Demokrat itu tidak lagi dikait-kaitkan dengan Prsiden Jokowi dan yang lainnya. “Itu urusan saya, sebagai Moeldoko, bukan sebagai KSP,” ucap Moeldoko.
Terkait dugaan keterlibatan Moeldoko dalam upaya kudeta AHY ini, Pakar Politik Saiful Mujani turut memberi tanggapan. Ia menyarankan, jika Moeldoko memang benar berniat untuk mengkudeta AHY, seharusnya dia terlebih dahulu bergabung dengan Partai Demokrat.
“Kalau pak Moeldoko mau cawe-cewe dengan internal demokrat, gabung saja dengan Demokrat,” kata Saiful Mujani seperti dikutip dari akun Twitter @saiful_mujani pada Selasa, 2 Februari 2021. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini